Share

Penyakit Misterius Tewaskan 3 Orang di Tanzania, Korban Alami Demam Hingga Mimisan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 14 Juli 2022 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 18 2629406 penyakit-misterius-tewaskan-3-orang-di-tanzania-korban-alami-demam-hingga-mimisan-CDW3tciXHm.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

DODOMA - Penyakit misterius telah merenggut nyawa setidaknya tiga orang di Tanzania tenggara dan menyebabkan 10 orang lagi sakit, demikian diumumkan petugas medis pada Rabu (13/7/2022). Tim dokter dan ahli kesehatan telah dikirim untuk menyelidiki penyakit yang menyebabkan para korban mengalami gejala demam, sakit kepala, kelelahan, dan mimisan itu.

BACA JUGA: Guinea Konfirmasi Kasus Pertama Virus Marburg, WHO Lakukan Penyelidikan

Kepala petugas medis Tanzania, Aifello Sichalwe mengonfirmasi bahwa meski gejala penyakit itu tampak menyerupai demam berdarah seperti Ebola dan virus Marburg, semua pasien dinyatakan negatif untuk kedua penyakit tersebut, serta untuk Covid-19.

Pejabat itu mendesak warga negaranya untuk tetap tenang, menjelaskan bahwa tim profesional yang didukung pemerintah sedang menangani kasus ini.

Dari 13 kasus penyakit misterius yang dilaporkan di wilayah Lindi tenggara, hanya satu orang yang sembuh. Tiga telah meninggal, dan pasien yang tersisa sedang diisolasi, jelas Sichalwe sebagaimana dilansir RT.

BACA JUGA: WHO Keluarkan 5 Pedoman Pencegahan Virus Marburg

Presiden Samia Suluhu Hassan pada Selasa (12/7/2022) menyatakan bahwa penyakit "aneh" mungkin disebabkan oleh "tumbuhnya interaksi" antara manusia dan hewan liar, menyalahkan "degradasi lingkungan" atas dugaan lompatan lintas spesies. Dia tidak merinci apakah jenis hewan tertentu mungkin bertanggung jawab atau memberikan bukti untuk klaim yang tidak jelas itu.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Dua kasus dugaan virus Marburg dilaporkan di Ghana minggu lalu, memicu kekhawatiran wabah lain, karena penyakit ini jarang ditemukan di Afrika Barat.

Marburg, demam berdarah mematikan yang ditularkan ke manusia oleh kelelawar buah dan di antara manusia melalui kontak dekat dan cairan tubuh, membunuh sebanyak 88% dari mereka yang terinfeksi. Namun, Ghana hampir 6.400 km dari Tanzania, sehingga sangat tidak mungkin kedua kelompok penyakit itu terhubung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini