Share

Antisipasi Massa Bechi, Ratusan Brimob Jaga Sidang Kasus Pencabulan Santriwati

Fahmi Firdaus , Okezone · Senin 18 Juli 2022 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 519 2631464 antisipasi-massa-bechi-ratusan-brimob-jaga-sidang-kasus-pencabulan-santriwati-JapRctP4rh.jpg Foto: Antara

SURABAYA- Ratusan personel Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya dan Brimob Polda Jawa Timur, disiagakan untuk menjaga keamanan sidang dugaan pencabulan oleh Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi di Pengadilan Negeri Surabaya.

(Baca juga: Mas Bechi Jalani Sidang Perdana Pencabulan Santriwati, Brimob Amankan PN Surabaya)

Kabagops Polrestabes Surabaya AKBP Toni Kasmiri saat dikonfirmasi di PN Surabaya mengatakan sebanyak 405 personel telah disiagakan untuk pengamanan Sidang Mas Bechi.

"Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas di lapangan," katanya dilansir Antara, Senin (18/7/2022).

Ia mengatakan pengamanan tersebut dilakukan dalam tiga ring yang terdiri atas ring satu, ring dua, dan ring tiga termasuk pengamanan tertutup.

"Sejauh ini belum ada laporan yang dapat mengganggu kondusivitas," ujarnya.

Di Ruang Cakra PN Surabaya, persidangan dengan terdakwa MSAT dilakukan secara tertutup. Petugas keamanan PN Surabaya terlihat berdiri di depan pintu ruangan untuk menghalau orang-orang tidak berkepentingan masuk ke dalam ruangan.

MSAT diduga melakukan pencabulan terhadap santriwati yang ada di Pondok Pesantren Shidiqiyah, Jombang, Jawa Timur.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, petugas kepolisian Polda Jatim sempat kesulitan menangkap tersangka MSAT karena mendapat penolakan dari santri di pondok pesantren setempat.

Beberapa kali petugas kepolisian ingin menangkap tersangka tetapi selalu lolos karena adanya perlawanan dari santri setempat.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Kasus ini menjadi semakin mendapatkan sorotan publik setelah petugas Polda Jatim menerjunkan seribuan personel untuk menyisir bagian dalam pondok pesantren guna menangkap tersangka.

Hingga akhirnya, tersangka menyerahkan diri dan dilakukan penahanan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo Jawa Timur.

Pada persidangan yang berlangsung tertutup, MSAT menjalani persidangan secara dalam jaringan (online) dengan tetap berada di dalam tahanan Rutan Medaeng.

Sidang kasus pencabulan dengan terdakwa MSAT, putra pimpinan Ponpes Shiddiqiyyah sengaja tidak digelar di PN Jombang. Sidang digelar di PN Surabaya dengan alasan keamanan dan kondusivitas.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini