KUALA LUMPUR - Malaysia pada Selasa (26/7/2022) mengutuk eksekusi empat aktivis pro-demokrasi oleh junta militer Myanmar, menggambarkan tindakan itu sebagai terhadap kemanusiaan dan “ejekan” terhadap rencana perdamaian Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Myanmar pada Senin (25/7/2022) mengumumkan telah mengeksekusi empat aktivis pro-demokrasi, termasuk tokoh demokrasi Kyaw Min Yu dan anggota parlemen Phyo Zeya Thaw, sekutu dekat pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. Militer Myanmar menuduh para aktivis membantu "aksi teror" oleh gerakan perlawanan sipil.
BACA JUGA: Junta Myanmar Eksekusi 4 Aktivis Pro Demokrasi
Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah mempertanyakan waktu eksekusi, yang terjadi seminggu sebelum pertemuan ASEAN. Sebelumnya eksekusi tersebut, ASEAN telah mendorong Myanmar untuk mematuhi rencana perdamaian lima poin yang disepakati tahun lalu.
"Kami melihat (eksekusi) seolah-olah junta mengolok-olok konsensus lima poin, dan saya pikir kami benar-benar harus melihat ini dengan sangat, sangat serius," kata Saifuddin dalam konferensi pers sebagaimana dilansir Reuters.
BACA JUGA: PBB Tolak Keberatan Myanmar, Kasus Genosida Rohingya Akan Disidangkan
Dia mengatakan bahwa Myanmar seharusnya tidak diizinkan mengirim perwakilan politik ke pertemuan tingkat menteri internasional mana pun, memperluas seruan sebelumnya agar pejabat junta dilarang menghadiri KTT ASEAN sampai ada kemajuan dalam rencana perdamaian.
"Kami berharap kami telah melihat eksekusi terakhir dan kami akan mencoba menggunakan saluran apa pun yang kami bisa untuk mencoba dan memastikan bahwa ini tidak akan terjadi lagi," kata Saifuddin, seraya menambahkan bahwa Malaysia akan berusaha menghadirkan kerangka kerja untuk implementasi rencana perdamaian pada pertemuan ASEAN.