JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 131 peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak awal tahun 2022.
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan pemerintah mulai mengantisipasi potensi karhutla saat musim kemarau tiba. Meskipun, saat ini bencana di Indonesia masih didominasi oleh kejadian hidrometeorologi basah.
“Meski bencana di Indonesia masih didominasi oleh kejadian Hidrometeorologi basah, pemerintah daerah kami imbau untuk tetap siaga dan waspada akan potensi karhutla,” kata Suharyanto dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Jumat (29/7/2022).
BACA JUGA:Waspada! Ada Potensi Peningkatan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Suharyanto mengatakan, BNPB juga telah menyiapkan beberapa langkah dukungan untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Sebagai upaya pencegahan, BNPB telah membentuk Desa Tangguh Bencana Karhutla serta melakukan edukasi kepada publik terkait mitigasi karhutla.
“Selain itu, BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi jangka panjang berbasis vegetasi,” paparnya.
Sementara itu, Suharyanto mengatakan pada saat status tanggap darurat karhutla ditetapkan di suatu daerah, BNPB akan memberikan bantuan operasi udara. “Bantuan ini berupa pemberian dukungan helikopter untuk operasi pemadaman maupun patroli,” katanya.
BACA JUGA:Intensitas Karhutla Naik, BNPB: 53,8 Hektare Terbakar dalam Sepekan