Share

Menikah Lagi Meski Masih Bersuami, Wanita Ini Dihukum 4 Tahun Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 608 2641633 menikah-lagi-meski-masih-bersuami-wanita-ini-dihukum-4-tahun-penjara-cQQA4jdCAu.jpg Sidang wanita poliandri di Sumut (Foto: Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada Santi Rahmadani Lumbantoruan alias Dhani Edward (42). Dia dihukum karena terbukti menikah lagi meski masih bersuami (poliandri).

Vonis hukuman terhadap Santi dibacakan Hakim Ulina Marbun dalam persidangan yang digelar secara daring dari ruang Cakra 6, Pengadilan Negeri Medan, Rabu (3/8/2022).

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Tapanuli Tengah Sumut 

Menurut hakim, Santi terbukti bersalah melakukan tindak pidana kawin halangan. Yakni menikah lagi, padahal masih memiliki suami.

“Terdakwa melanggar Pasal 279 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” ujar Hakim Ulina.

Selain terhadap Santi, majelis hakim juga menghukum suami baru Santi, Iwan Setiadi (32). Dia dihukum 2 tahun 7 bulan penjara karena terbukti bersalah memalsukan identitas diri untuk menjalin pernikahan.

Putusan majelis hakim terhadap terdakwa Santi sama dengan tuntutan JPU Kejati Sumut Randi Tambunan, yang meminta terdakwa dihukum 4 tahun penjara.

BACA JUGA:Dapat Dukungan dari Masyarakat, Ini Target Perindo Sumut di Pemilu 2024 

Mengutip dakwaan Jaksa, Santi terikat pernikahan dengan seorang duda beranak dua bernama Sabar Menanti Sitompul sejak 11 April 2006. Dari pernikahannya itu dia memiliki 1 orang anak laki-laki, dan tinggal bersama dengannya di rumah yang terletak di Perumahan Pondok Surya, Medan Helvetia, Kota Medan.

Sejak tahun 2009, Santi ternyata menjalin hubungan dekat dengan laki-laki lain, yakni Iwan Setiadi. Akibatnya, hubungan antara Sabar Menanti Sitompul dan Santi tidak harmonis.

Saat menjalin hubungan dengan Iwan, terdakwa Santi mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bojong Gede, Bogor atas nama Dhani. Sedangkan Iwan mengurus surat rekomendasi nikah ke Kantor KUA Kecamatan Rambutan.

Kemudian, KUA Kecamatan Rambutan menerbitkan surat rekomendasi nikah dengan status Iwan Setiadi seorang jejaka dan Santi statusnya perawan.

Lalu, tanggal 7 Nopember 2015, Santi menikah dengan Iwan di KUA Bojong Gede Bogor. Saat itu, Santi tidak merasa keberatan dengan status perawan dalam Surat Rekomendasi Nikah tersebut.

Padahal, dia terikat perkawinan berdasarkan Akta perkawinan Nomor :1403 T/MDN/2012 tanggal 15 Agustus 2012 dan menjadi halangan yang sah baginya akan kawin lagi.

Kemudian, Santi dan Iwan mencatatkan Akta Nikah di KUA Bojong Gede, Bogor, sebagai bukti keduanya adalah pasangan suami istri.

Kasus ini sendiri terkuak pada Januari 2022, saat saksi Sabar Menanti Sitompul mendapatkan informasi, jika istrinya Santi telah menikah dengan Iwan. Pernikahan itu tanpa sepengetahuan dan izin darinya.

Padahal selama menikah, Sabar selalu memberikan nafkah kepada istrinya. Setiap bulan Sabar mengirimkan uang sekira Rp65 juta yang diberikan lewat transfer maupun secara tunai untuk kebutuhan sang istri.

Namun, perbuatan Santi dan Iwan membuat Sabar merasa keberatan, dirugikan dan dipermalukan di depan keluarga. Ia pun akhirnya melaporkan perbuatan sang istri ke Polda Sumatera Utara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini