Tak satu pun dari 35 manusia yang terinfeksi memiliki kontak dekat satu sama lain atau riwayat paparan umum, kata Chuang. Pelacakan kontak menunjukkan bahwa tidak ada anggota keluarga atau individu lain yang terpapar orang yang terinfeksi yang tertular virus.
CDC Taiwan akan bekerja dengan regulator pertanian untuk mempelajari apakah patogen serupa ada pada spesies asli pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, kata Chuang. Wabah China sejauh ini belum menyebabkan kematian, tambahnya.
Pada 2013 peneliti China menemukan henipavirus baru, yang disebut Mojiang paramyxovirus (MojV). Tikus yang tinggal di tambang tembaga yang ditinggalkan di Provinsi Yunnan ditemukan terinfeksi virus. Tiga pria yang telah bekerja di tambang jatuh sakit dengan radang paru-paru parah. Mereka meninggal jauh sebelum para ilmuwan tiba di tempat kejadian, jadi tidak ada koneksi langsung ke MojV yang dikonfirmasi.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.