Share

Dibully Kelompok Antivaksin, Dokter Ini Bunuh Diri

Susi Susanti, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 18 2645445 dibully-kelompok-antivaksin-dokter-ini-bunuh-diri-uZWC7SCwyX.jpg Ilustrasi bullying (Foto: Okezone)

WINA – Masyarakat Austria terkejut dan marah karena seorang dokter memutuskan bunuh diri setelah menjadi 'bulan-bulanan' kelompok antivaksin pekan ini.

Lonceng Katedral St. Stephen di Wina dibunyikan untuk mengenang Lisa-Maria Kellermayr pada Senin (8/8/2022), sementara ratusan orang menggelar aksi solidaritas di luar gereja, setelah dokter berusia 36 tahun itu ditemukan meninggal dunia di tempat praktiknya pada 29 Juli lalu.

Dikutip VOA, sang dokter ini telah lama menjadi target ancaman pembunuhan karena kritik yang disampaikannya terhadap unjuk rasa anti-lockdown yang meluas di negara itu pada 2021.

Baca juga: PM Hungaria: Kelompok Anti-Vaksin Covid-19 Disuntik Atau Mati

Hasil autopsi memastikan bahwa Kellermayr mengakhiri hidupnya sendiri.

Masyarakat Austria amat terpolarisasi terkait masalah pembatasan akibat Covid-19, khususnya soal kebijakan pemerintah yang mewajibkan vaksinasi – yang pada akhirnya dibatalkan.

Baca juga: 3 Anak Tersangka Bullying Bocah SD Setubuhi Kucing, Ridwan Kamil : Diturunkan Kelasnya!

Kellermayr – yang kliniknya terletak di wilayah Austria utara, di mana tingkat vaksinasi tergolong rendah – seringkali mengeluhkan perundungan yang dialaminya.

“Selama lebih dari tujuh bulan, kami telah menerima ancaman pembunuhan dari mereka yang menentang langkah-langkah pembatasan Covid-19 dan vaksinasi,” tulisnya suatu waktu, sambil membagikan sebuah pesan dari seorang pengguna internet yang mengatakan bahwa mereka akan berpura-pura menjadi pasiennya agar bisa menyerang ia dan staf kliniknya.

Ia menuturkan bahwa dirinya telah “mengeluarkan lebih dari 100.000 euro” (sekitar Rp1,5 miliar) untuk langkah-langkah pengamanan bagi pasiennya dan hampir bangkrut.

Kemudian, pada akhir Juni lalu, Kellermayr mengumumkan melalui situs we profesionalnya bahwa dirinya tidak akan menerima pasien sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Daniel Landau, yang mengadakan aksi solidaritas dan penghormatan bagi mendiang di Wina, mengatakan bahwa Kellermayr menjadi penyendiri selama beberapa minggu.

“Ia tidak berani meninggalkan kantornya," kata Landau kepada AFP.

Pada Sabtu lalu (6/8/2022), Ketua asosiasi dokter Austria, Johanner Steinhart, mengatakan bahwa meskipun perilaku agresif terhadap tenaga kesehatan sudah sering terjadi, namun perdebatan soal Covid-19 dan masalah vaksin “memicu dan memperparah” agresi tersebut.

Pihak kepolisian, yang sebelumnya sempat menyebut Kellermayr mengeksploitasi situasi untuk mendapat perhatian, berkukuh mereka telah melakukan segalanya untuk melindunginya.

Kejaksaan setempat juga menolak gagasan bahwa mereka masih bisa berbuat lebih banyak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini