Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Brigjen Ahmad dan Kombes Budhi Diduga Bohong di Awal Kasus Brigadir J, Ini Kata Mahfud

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2022 |13:49 WIB
Brigjen Ahmad dan Kombes Budhi Diduga Bohong di Awal Kasus Brigadir J, Ini Kata Mahfud
Menko Polhukam Mahfud MD (foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dan eks Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto kembali menjadi sorotan dari masyarakat terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Masyarakat ramai menyorot pernyataan dua polisi aktif tersebut. Ditambah dengan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan bahwa seharusnya komentar prematur soal awal peristiwa tersebut adalah bentuk ketidak profesionalan dan pelanggaran etik.

"Itu pelanggaran etik tadi, tidak profesional, pelanggaran etik dan diperiksa oleh Irsus. Itu tidak boleh memberikan keterangan yang belum jelas," kata Mahfud dalam jumpa pers, Kamis 9 Agustus 2022 malam.

Brigjen Ramadhan dan Kombes Budhi kompak menyampaikan bahwa peristiwa awal itu merupakan baku tembak. Belakangan terungkap, tidak ada saling tembak, dan faktanya merupakan penembakan.

Tersangka Irjen Ferdy Sambo telah menskenariokan peristiwa itu seakan-akan baku tembak sesama anggota kepolisian.

Baca juga: Seluk-beluk Surat Sakti Bharada E Berujung Ferdy Sambo Tersangka

Bahkan, ketika itu, Ramadhan menyatakan dengan yakin, kasus itu berawal lantaran adanya pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Resmi Ditahan di Mako Brimob

Dalam beberapa konferensi pers, Ramadhan dan Budhi juga menyampaikan informasi yang seakan-akan menyakinkan masyarakat. Brigjen Ramadhan bahwa menjelaskan dengan detail bagaimana proses baku tembak itu. Padahal timsus yang dipimpin Komjen, tidak menemukan baku tembak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement