Share

SMAN 1 Banguntapan dan Orangtua Siswa yang Diduga Dipaksa Pakai Jilbab Akhirnya Berdamai

Erfan Erlin, iNews · Rabu 10 Agustus 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 510 2645327 sman-1-banguntapan-dan-orangtua-siswa-yang-diduga-dipaksa-pakai-jilbab-akhirnya-berdamai-GhQIsQtLJw.jpg Orangtua siswa, Daniel Yuswantoro bersalaman dengan Kepala SMAN 1 Banguntapan, Agung Istianto di hadapan Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya/Erfan E

YOGYAKARTA - Kejadian dugaan pemaksaan pemakaian jilbab di SMAN 1 Banguntapan dianggap selesai.

Hal ini disaksikan berbagai pihak mulai dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, DPRD DIY, Polda DIY, TNI, Ormas Islam, KPAI, pihak sekolah bertemu dengan orangtua siswa Daniel Yuswantoro.

"Keduanya sudah saling bermaafan satu sama lain," tutur Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, Rabu (10/8/2022) usai pertemuan kedua belah pihak di Kantor Disdikpora DIY.

Didik mengungkapkan, kedua belah pihak sepakat bahwa permasalahan tersebut selesai sampai di sini.

Persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan dalam konteks keduanya sepakat permasalahan tersebut selesai sampai di sini.

Terkait siswi yang mengalami pemaksaan pemakaian jilbab, Didik menyebut atas saran dari KPAI dan permintaan orangtua anak tersebut, meskipun bisa tetap di SMAN 1 Banguntapan namun dia akan bersekolah di sekolah lain. Disdikpora sendiri akan memfasilitasi hal tersebut.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

"Atas rekomendasi KPAI dan permintaan orangtua siswa itu akan belajar di sekolah lain. Sejatinya kami menginginkan dia tetap di SMAN 1 Banguntapan sebagai bukti adanya perubahan di sekolah itu," tambahnya

Didik menambahkan, pihaknya melihat di CCTV tidak berbunyi maka untuk pemaksaan pemakaian jilbab belum bisa menyimpulkan.

Dan pihaknya hanya bisa menyerahkan hasil penelusuran tersebut ke Satuan Tugas yang dibentuk oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk disimpulkan.

Ia mengakui, fakta yang mereka temukan baru belum lengkap karena sampai saat ini pihaknya belum bisa mewancarai siswa yang bersangkutan.

Mereka hanya mendapatkan informasi dari Psikolog pendamping siswa tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini