Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Detik Proklamasi, Bung Karno Menertawakan Sukarni Kecele Asap Sampah Dikira Api Revolusi

Solichan Arif , Jurnalis-Sabtu, 13 Agustus 2022 |12:40 WIB
Kisah Detik Proklamasi, Bung Karno Menertawakan Sukarni Kecele Asap Sampah Dikira Api Revolusi
Rumah Laksmana Maeda/Repro
A
A
A

Dengan seruan kemenangan ia berteriak,”Lihat, lihat, Revolusi sudah mulai, revolusi sudah mulai, persis seperti kami janjikan. Jakarta sudah terbakar!”.

Rombongan pun mendekati sumber asap yang membumbung tinggi itu. Begitu dekat, mereka melihat seorang petani sedang membakar sampahnya.

Asap yang bergelung-gelung itu bukan berasal dari api revolusi terbakarnya Jakarta, melainkan dari sampah yang terbakar.

Dalam buku Soekarno Biografi 1901-1950, disebukan Soekarno menertawakan Sukarni yang ternyata kecele.

“Dan bagaimana kira-kira nasib kita di Jakarta sekarang?,” tanya Bung Karno dengan nada mengejek.

Sekitar tengah malam rombongan tiba di Jakarta. Fatmawati dan Guntur diantar pulang ke rumah dan yang lain langsung menuju rumah Laksamana Maeda.

Besoknya pada 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan RI di Jalan Pegangsaan Timur, 56 Jakarta.

(Natalia Bulan)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement