Share

5 Kasus Pembunuhan Berencana yang Terkenal, Salah Satunya Kasus Kopi Sianida yang Viral

Mirsya Anandari Utami, Presma · Sabtu 20 Agustus 2022 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 18 2650740 5-kasus-pembunuhan-berencana-yang-terkenal-salah-satunya-kasus-kopi-sianida-yang-viral-GlOfYREWQJ.jpg Ilustrasi pembunuhan berencana (Foto: Okezone)

JAKARTA - Di Indonesia, pembunuhan berencana diatur dalam pasal 340 KUHP, di mana para tersangka bisa terancam hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati. Ada beberapa kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan dan fenomenal. Berikut daftar kasus pembunuhan berencana yang paling terkenal di dunia dikunpulkan dari berbagai sumber.

1. Wayan Mirna Salihin

Kasus kopi sianida viral pada 2016 lalu. Wayan Mirna Salihin meninggal dunia usai diracun dengan racun sianida yang dicampurkan dalam es kopi vietnam miliknya. Usai meminumnya, tak lama Mirna kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Kasus ini menjadi heboh dan pelik dengan banyaknya pihak yang terlibat seperti teman-teman Mirna, keluarga, hingga pegawai kafe.

Baca juga: Paman Bunuh Keponakan Siswa SD di Deliserdang Terancam Hukuman Mati   

Dengan banyaknya bukti yang mengarah pada dirinya, Jessica Wongso selaku teman dekat Mirna menjadi tersangka dalam kasus ini. Motif dari pembunuhan tersebut lantaran sakit hati karena kerap dinasihati Mirna soal pacarnya. Jessica diduga menjadi tokoh yang menaruh racun dalam minuman tersebut dan dihukum 20 tahun penjara.

Baca juga:  Polisi: Pria Tewas di Hotel Kuningan Korban Pembunuhan Berencana

2. John F Kennedy

Sampai saat ini kasus kematian Presiden ke-35 Amerika Serikat John F Kennedy masih menjadi misteri. Ia tewas tertembak di depan ribuan orang ketika sedang melakukan iring-iringan dengan atap mobil terbuka di daerah Dallas. Sang Presiden Amerika tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sayannya timah panas yang bersarang dalam kepalanya membuat ia tidak bisa bertahan.

Lee Harvey Oswald menjadi tersangka dalam kasus ini. Diketahui, dia menembakkan tiga peluru dari jendela lantai keenam gedung percetakan buku sekolah. Namun, Oswald tertembak mati oleh Jack Ruby sebelum ia pengadilannya diselenggarakan. Banyak teori yang mengiringi jalannya kasus ini.

3. Abraham Lincoln

Abraham Lincoln dikenal sebagai presiden yang menjadikan Amerika Serikat sebagai negara adidaya. Tidak hanya itu, dia juga menghapus perbudakan dan memperjuangkan emansipasi bagi warga Amerika, khususnya kulit hitam. Namun, prestasinya tersebut tidak membuat semua orang senang. Masalah rasial di Amerika saat itu masih sangat tinggi. Hal inilah yang menjadi faktor pendorong terbunuhnya Presiden Amerika ke-16 itu.

John Wilkes Booth menjadi tokoh yang bertanggung jawab atas kematian Lincoln. Booth merupakan aktor kondang asal Maryland yang pro akan perbudakan. Dia sempat merencanakan penculikan kepada Presiden Lincoln, namun gagal.

Tidak berhenti sampai di situ, kebencian Booth terhadap Lincoln membuat ia merencanakan pembunuhan. Di malam drama Our American Cousin di Ford's Theater, John Wilkes Booth menembak Abraham Lincoln dari belakang tepat di kepalanya.

4. John Lennon

Pentolan band The Beatles, John Lennon, tewas tertembak pada 8 Desember 1980. Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah penggemarnya sendiri, Mark David Chapman. Mark telah merencanakan pembunuhan itu selama dua bulan lamanya. Karakter Holden Caulfield dari novel The Cathcer in the Rye menjadi faktor pendorong Mark untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Saat dalam perjalanan pulang menuju apartemen Dakota, John Lennon ditembak dari belakang sebanyak lima kali dengan pistol kaliber 38. John Lennon dinyatakan meninggal setelah sampai di rumah sakit, sedangkan sang penembak hanya diam menunggu di lokasi kejadian hingga polisi datang menangkapnya.

5. Martin Luther King Jr

Martin Luther King Jr merupakan aktivis hak-hak sipil. King tewas tertembak sebuah peluru yang mennembus tulang belakangnya. Pelaku dari penembakan itu adalah James Earl Ray. Tidak diketahui secara pasti motif pembunuhan tersebut. Diduga, Ray melakukan hal itu atas motif rasisme dan supremasi kulit putih. Saat tertangkap, Ray mengakui perbuatannya dan dijatuhi hukuman 99 tahun penjara, namun Ray kembali mencabut pernyatannya dan mengaku hanya dijadikan sebagai kambing hitam. Upaya pembelaannya itu ditolak hingga Ray meninggal dunia dalam penjara pada 23 April 1998.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini