Share

Terpidana Bom Bali Umar Patek Akan Segera Bebas, Australia Akan Kirim Perwakilan Diplomatik ke RI

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 18 2650869 terpidana-bom-bali-umar-patek-akan-segera-bebas-australia-akan-kirim-perwakilan-diplomatik-ke-ri-zMzlim0x8F.jpg Terpidana bom Bali Umar Patek akan segera bebas (Foto: Reuters)

AUSTRALIA - Australia menanggapi berita akan dibebaskannya narapidana terorisme bom Bali Umar Patek setelah mendapatkan remisi kemerdekaan.

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese berkata warganya “sangat sedih“ mendengar berita bahwa pria yang bertanggung jawab atas pengeboman di Bali pada 2002 menjalani hukuman penjara yang jauh lebih rendah dari vonis.

Menanggapi berita ini, Albanese mengatakan Australia akan mengirim perwakilan diplomatiknya ke Indonesia.

 Baca juga: Dalang Bom Bali dapat Remisi dan Akan Bebas, Australia Kaget

“Kami akan terus membuat representasi diplomatik sesuai kepentingan Australia. Dan kami akan terus melakukannya untuk berbagai permasalahan, termasuk isu keamanan dan hukuman pidana. Termasuk hukuman penjara dari warga Australia yang saat ini masih ditahan di Indonesia,“ katanya, dikutip BBC.

Dia menjelaskan dibebaskannya Umar sebelum peringatan 20 tahun peristiwa Bom Bali ini, juga membuat warga Australia sangat sedih.

Baca juga: Bisa Bebas Tiga Bulan Lagi, Apa Rencana Umar Patek Usai Keluar dari Penjara?

Salah satunya adalah Jan Laczynski, warga Australia, yang selamat dari serangan itu karena dia pulang lebih cepat dari salah satu klub yang diledakkan. Namun lima orang temannya menjadi korban.

Ketika mendengar keputusan Umar dapat segera bebas, dia mengaku shock.

“Dua ratus dua orang meninggal dunia dan mereka berkata dia bisa melenggang bebas sebelum peringatan 20 tahun serangan itu, dan dia keluar sebelum menjalani 20 tahun masa penjara,” terangnya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

“Saya merasa gugup, saya kecewa, saya merasa semua negara harus menuntut supaya orang ini dimonitor, ke manapun dia pergi, apapun yang dia lakukan. Dia seharusnya tidak diperbolehkan berada di jalan umum,” lanjutnya.

Seperti diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 20 tahun penjara untuk Umar Patek pada sidang yang digelar selama 12 jam pada 21 Juni 2012.

Dia dihukum karena perannya dalam peristiwa bom yang menewaskan lebih dari 200 orang. Sebanyak 88 di antaranya adalah warga negara Australia.

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu hukuman seumur hidup, karena majelis hakim melihat sejumlah hal meringankan antara lain Patek mengakui perbuatannya.

Namun, di sisi lain hakim menganggap Umar Patek terbukti melakukan seluruh enam dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut.

"Melakukan permufakatan jahat memasukkan senjata dan amunisi untuk melakukan tindak pidana terorisme di Indonesia," papar ketua majelis hakim Encep Yuliardi.

Selain itu, Umar juga dianggap terbukti menyembunyikan informasi terkait tindakan pidana terorisme, terkait pelatihan militer di Jantho, Nanggroe Aceh Darussalam.

Umar juga dianggap terbukti ikut serta melakukan pembunuhan bersama dalam aksi Bom Bali I 2002 lalu yang menewaskan 202 orang, yang sebagian besar adalah warga asing.

Dalam sidang, Umar Patek menunjukkan rasa penyesalannya secara terbuka melalui pembacaan testimoni.

"Saya menyesal atas apa yang sudah saya lakukan. Saya meminta maaf kepada keluarga korban tewas, baik warga Indonesia maupun warga asing," kata Umar di dalam sidang pada Mei 2012.

Umar membantah memimpin serangan bom di Bali. Dia mengatakan hanya menjalankan peran kecil dalam peristiwa tragis itu.

Tetapi dia mengaku telah mencampur berbagai bahan kimia untuk digunakan sebagai peledak, meski dia mengatakan tidak tahu bagaimana bom itu akan digunakan.

Umar juga dituding sebagai pakar bom untuk organisasi Jemaah Islamiyah (JI), organisasi teror di Asia Tenggara yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Umar yang mendekam di Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, mendapatkan remisi umum HUT RI ke-77 sebanyak lima bulan. Sebelumnya, napi seperti Umar dapat mengajukan bebas bersyarat setelah menjalani dua per tiga masa tahanan. Ditambah dengan remisi HUT RI ke-77, masa tahanan Umar bisa berakhir pada Agustus 2022.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini