Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penaklukan Semenanjung Melayu dan Bali Semasa Kertanagara Berkuasa di Singasari

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 22 Agustus 2022 |05:27 WIB
Penaklukan Semenanjung Melayu dan Bali Semasa Kertanagara Berkuasa di Singasari
Illustrasi (foto: dok Wikipedia)
A
A
A

Kertanegara sendiri naik tahta menjadi raja Kerajaan Singasari pada 1268 Masehi. Dikisahkan pada kitab Pararaton, Kertanegara adalah satu - satunya raja di Kerajaan Singasari yang naik tahta tanpa bertumpahan darah, alias secara damai. Padahal di era raja - raja sebelumnya, kudeta berdarah selalu mewarnai pergantian kepemimpinan di Kerajaan Singasari, sejak era Ken Arok.

Adanya garis keturunan dari Ken Arok dan Tunggul Ametung, ternyata mampu menghentikan pertumpahan darah para keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung ini. Konon saat bertahta ini pula Kertanegara punya keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan hingga seluruh nusantara.

Guna mewujudkan hal tersebut, Kertanegara melaksanakan ekspedisi Pamalayu atau yang berarti Perang Malayu, yang agenda utamanya adalah menaklukkan kerajaan - kerajaan yang ada di Sumatera, hingga dapat memperkuat pengaruh di Selat Malaka. Selat Malaka sendiri kala itu merupakan salah satu jalur ekonomi dan politik yang begitu penting saat itu.

Selain itu tujuan lain ekspedisi Pamalayu yang dicanangkan Kertanegara, adalah ingin membendung kekuasaan Mongol yang telah hampir menguasai seluruh daratan Asia. Konon saat itu, Kertanegara terkenal dengan raja yang memiliki wawasan politik global yang luas.

Sebagai catatan sejarah, ekspedisi Pamalayu ini juga untuk menjalin kekuatan dari kerajaan - kerajaan di kawasan Pulau Sumatera menghadapi Kekaisaran Mongol dari Dinasti Yuan, yang berkedudukan di Khanbalik, atau sekarang bernama Beijing. Saat itu Dinasti Yuan telah terkenal sebagai Dinasti Mongol, sedang melakukan ekspansi wilayah bahkan memiliki bentangan wilayah sangat luas, dari Korea hingga Rusia.

Kemudian Timur Tengah yang salah satu gerakannya adalah menghancurkan Dinasti Baghdad, pusat kekuasaan Abbasiyah dan Eropa Timur. Pada masa - masa itu Dinas Mongol juga berusaha mengadakan perluasan di antaranya ke Jepang dan Jawa. Jadi ekspedisi Pamalayu ini secara langsung ingin menghadang kehadiran armada Mongol masuk ke perairan Jawa.

Tak hanya berhasil menaklukkan Melayu, Kerajaan Singasari juga berhasil menguasai wilayah Pulau Bali. Penaklukan pulau Dewata ini konon terjadi pada 1284 Masehi, saat itu Kertanegara membawa raja Bali sebagai tawanan. Raja Bali itu dibawah menjadi tahanan menghadap ke Kerajaan Singasari.

Meski di awal sempat menimbulkan pro kontra di internal pejabat Kerajaan Singasari, nyatanya ekspedisi ini benar - benar terwujud. Kertanegara akhirnya mengirimkan sejumlah pasukan besar pada 1275 Masehi ke wilayah Melayu di bawah komando Kebo Anabrang.

Usaha Kertanegara ini akhirnya tak sia - sia, sebab pada 1286 bumi Melayu berhasil ditaklukkan dan dikuasai oleh Singasari. Usai keberhasilan menaklukkan Melayu, Raja Kertanegara kembali mengirimkan utusan tambahan yang dipimpin oleh rakryan maha mantri Dyah Adwayabrahma, dengan membawa arca Amoghapasa.

Arca ini dimaksudkan untuk tanda persahabatan dan hubungan diplomatik dengan Kerajaan Dharmasraya yang saat itu diperintah oleh sri maharaja srimat tribhuwanaraja mauliwarmmadewa.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement