“Nah, kalau percaya tolong hormati saya. Akhirnya lanjut jalan, jangan geser. Berangkat ke keluarga Jambi. Saya ditelepon Pak Mahfud dari Jeddah “Mas Anam gimana hasilnya?,” tutur Anam.
Menurut Anam, hasilnya ada dua yakni, Komnas HAM tidak berangkat dari TKP melainkan dari isu penyiksaan Brigadir J sehingga Komnas HAM terlebih dulu pergi ke keluarga Brigadir J di Jambi. Kemudian mengecek kebenaran foto jenazah Brigadir J yang beredar di masyarakat. Dan saat bertemu kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak, terungkap adanya ancaman pembunuhan. Sehingga, Komnas HAM mengungkap soal dugaan penyiksaan dan ancaman pembunuhan.
“Jadi, satu penyiksaan, dua ancaman pembunuhan. Oleh karena itu, kami langsung panggil dari forensik kami, independen, tanya foto dan sebagainya. Abis itu kami panggil Dokes. Kami tidak lihat hasil autopsinya tapi kami minta semua proses dan kondisi jenazah sebelum dan sesudah, luka dan sebagainya,” paparnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.