Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seorang Tenaga Kerja Asing PLTA Batang Toru Tewas Tertimpa Batu

Zia Nasution , Jurnalis-Senin, 22 Agustus 2022 |00:02 WIB
Seorang Tenaga Kerja Asing PLTA Batang Toru Tewas Tertimpa Batu
Pekerja asing tewas tertimpa batu. (Foto: Zia Nasution)
A
A
A

TAPANULI SELATAN - Seorang tenaga kerja asing (TKA) di PT Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) bernama Wang Jian tewas akibat tertimpa batu.

Informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut berawal pada Minggu (21/8/2022), sekira pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban bersama tim melakukan pemasangan titik tenol di terowongan Adit 1 PT PLTA Simarboru, Desa Luat Lombang, Kecamatan  Sipirok.

Selanjutnya pukul 09.00 WIB, karyawan melaporkan bahwa korban tertimpa timbunan batu di dalam terowongan tersebut. Tim medis dari PLTA Batang Toru melakukan pertolongan dan membawa ke RSUD Kabupaateb Tapsel di Sipirok.

"Bahu korban luka memar dan lecet, hidung robek, luka lecet di lutut kanan, jari kiri dan kanan kaki mengalami luka," kataKapolsek Sipirok, AKP Ismaya  kepada wartawan. Korban meninggal pada saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

 Baca juga: Terjepit Lift Barang, Pekerja di Grogol Petamburan Tewas

Menurutnya, hingga saat ini jenazah korban sudah di kamar mayat RS Sipirok guna dilakukan visum.

"Kami sudah memeriksa saksi, termasuk rekan satu tim korban," tuturnya.

Sementara itu, Plt Kadis Nakertrans Kabupaten Tapsel, Arman Pasaribu mengatakan, korban sudah memiliki izin tenaga kerja asing.

“Korban sudah memiliki semua syarat untuk bekerja di PLTA Batang Toru," ucapnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement