JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait dengan peristiwa berdarah yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Dalam RDP tersebut, ada beberapa fakta-fakta yang terungkap dalam kasus pembunuhan keji tersebut, berikut faktanya:
1. Kapolri Hadirkan 18 Anggota Tim Khusus saat RDP
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir di Komisi III DPR. Kehadiran Kapolri ini untuk menjelaskan perihal kasus pembunuhan Brigadir J.
BACA JUGA:Soal Isu Jenderal Bintang 3 Mundur Terkait Ferdy Sambo, Kapolri: Kita Kompak Semuanya
Pada rapat kerja kali ini, Kapolri hadir bersama tim khusus (timsus) Polri terkait kasus penembakan Brigadir J.
"Kami hadir bersama timsus yang berjumlah 18 orang," kata Kapolri, Rabu (24/8/2022).
Dia pun menegaskan, jika Polri solid menghadapi kasus ini. "Menghadapi kasus ini, kami solid," tegas dia.
2. Kapolri Dicecar 45 Pertanyaan soal Kasus Pembunuhan Brigadir J
Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang digelar pada pukul 10.00 WIB pagi tadi telah usai pada pukul 20.20 WIB dengan dua kali skorsing selama 1 jam tiap skorsing.
BACA JUGA:Bahas Pembunuhan Brigadir J, Ini Kesimpulan RDP Komisi III dan Kapolri
"Kita ketahui bersama bahwa hari ini Komisi III DPR RI melakukan rapat dengar pendapat dengan Kapolri beserta jajaran kita telah memulai rapatnya sejak pukul 10 tadi pagi dan barusan saat ini jam 20.30 baru selesai.
Jadi memang kami Komisi III sangat perhatian terhadap kasus Pak Sambo dan Brigadir Yosua ini," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir dalam konferensi pers bersama Kapolri.
Dalam Raker yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam itu, Adies mengatakan, Kapolri telah menjawab 45 pertanyaan seputar kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
3. Pasca-Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Sempat Ngadep Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku sempat ditemui Irjen Ferdy Sambo, setelah peristiwa berdarah yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
BACA JUGA:Ferdy Sambo Bakal Dimunculkan ke Publik saat Penyerahan Berkas
Saat itu, kata Listyo, ia bertanya kepada Sambo soal pelaku dalam peristiwa tersebut. Lalu, dengan tegas dirinya mengatakan bakal mengungkap kasus sesuai fakta.
"Kami juga didatangi Ferdy Sambo, saat itu saya tanyakan, 'kamu bukan pelakunya? Karena saya akan ungkap kasus ini sesuai fakta'. Saya sampaikan begitu," kata Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Senayan, Rabu (24/8/2022).
4. Jasad Brigadir J Bersimbah Darah di Depan Ferdy Sambo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap cerita keinginan Bharada E alias Richard Eliezer merubah keterangannya yang awalnya mengaku melakukan baku tembak dengan korban Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, setelah ditetapkan menjadi tersangka pada 5 Agustus 2022 lalu.
BACA JUGA:Kapolri Tegaskan Bakal Pecat Anak Buahnya jika Terlibat Narkoba dan Judi
Sigit menjelaskan, dalam keterangan terbaru Bharada E, saat itu ia melihat sendiri jasad Brigadir J sudah terkapar bersimbah darah. Di hadapan jasad Brigadir J, berdiri Ferdy Sambo yang tengah memegang senjata yang kemudian diserahkan kepada Bharada E.
“Saudara Richard menyampaikan bahwa melihat Yosua terkapar bersimbah darah. Saudara FS berdiri di depan dan memegang senjata lalu diserahkan kepada Saudara Richard,” kata Kapolri di Ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Mantan Kabareskrim itu melanjutkan, usai mendengar keterangan terbaru Bharada E, tim khusus Polri langsung melapor ke Kapolri. Ia pun meminta bertemu langsung dengan Bharada E setelah mendapat laporan itu. Dalam pertemuan itu, terungkap pula janji-janji Ferdy Sambo kepada Bharada E untuk mau menuruti skenarionya.
5. Momen Kapolri Tertawa Lepas saat Jogetnya di Istana Disorot DPR
Gaya berjoget Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia di Istana Merdeka nampaknya menjadi sorotan karena dinilai tidak lepas, dan penuh beban pikiran.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPR Adde Rosi. Menurutnya, tatapan Kapolri seperti kosong saat mengikuti irama lagu "Ojo Dibandingke" yang dinyanyikan Farel Prayoga pada 17 Agustus 2022 kemarin. Meskipun ada senyum pada wajah Listyo, namun Adde melihat ada tekanan yang tergambarkan dari raut wajah Kapolri.
"Tentu tidak salah, saya sebagai anggota Komisi III, sebagai mitra bapak, kemarin saya lihat bapak 17 Agustus, walau bapak tersenyum, tetapi saya lihat kekosongan, saya lihat tekanan di dalam muka bapak," kata Adde dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Kapolri, di Senayan, Rabu (24/8/2022).
Mendengar ungkapan Adde, Kapolri Listyo tampak meresponsnya dengan tertawa leas sambil menutup setengah wajahnya dan sedikit tertunduk. Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto yang berada di samping kiri Kapolri juga ikut tertawa.
6. Misteri Suara 'Sayang' di Tengah RDP Kapolri dengan Komisi III
Di tengah Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sempat terdengar suara 'sayang' yang menggegerkan peserta rapat, bahkan live streaming akun YouTube DPR RI juga dibanjiri komentar.
Suara 'sayang' itu terdengar ketika kesimpulan rapat yang digelar hari ini di DPR RI tengah dibacakan.
Awalnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman menyampaikan interupsinya di sela-sela pembacaan kesimpulan.
"Soal pekat ya penyakit masyarakat Pak Kapolri yang di dalam pengarahannya kita ikuti juga kan ada stressing soal pekat dan di rapat tadi kita bahas soal pekat. Maksudnya dimasukkan di sini apakah...," kata Habiburokhman.
Belum selesai Habiburokhman menyampaikan interupsinya, Tiba-tiba suara 'sayang' terdengar hingga mengundang gelak tawa peserta rapat lain.
"Maaf. Itu bukan dari HP saya. Itu HP. Itu bukan dari HP saya," kata Habiburokhman.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.