Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Soekarno Ceraikan Utari dan Menikahi Inggit, Ibu Kosnya di Bandung

Andhika Shaputra , Jurnalis-Kamis, 25 Agustus 2022 |18:20 WIB
Kisah Soekarno Ceraikan Utari dan Menikahi Inggit, Ibu Kosnya di Bandung
Inggit Ganarsih. (Foto: Perpusnas)
A
A
A

JAKARTA - Pada awal 1921, Soekarno menikah dengan putri Tjokroaminoto, Siti Utari, saat usianya belum genap 21 tahun.

Adik Tjokroaminoto, Said Tjokroaminoto, menemui Soekarno yang bermaksud untuk membujuknya agar mau menikahi Utari yang ketika itu usianya belum genap 16 tahun.

Said berdalih, sejak ditinggal mati istrinya, Tjokroaminoto seperti limbung, tak bersemangat, bagaikan layang-layang putus talinya. la harus mengurus rumah pondokan, mengurus Sarekat Islam, dan membesarkan empat putra-putrinya. Selain itu, sang kakak sangat merisaukan masa depan Utari.

BACA JUGA:3 Kota Ini Jadi Saksi Sejarah Kehidupan Presiden Soekarno, Termasuk saat Diasingkan

Kemudian, setelah Soekarno tamat dari Hoogere Burger School (HBS) pada 1920, ia melanjutkan studi ke Technische Hoogeschool di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil,

Namun pada saat itu, Soekarno tidak mengajak serta Utari. Kenyataannya, pernikahan mereka memang lebih terlihat sebagai hubungan kakak beradik.

Ketika di Bandung, Soekarno tinggal di rumah Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Di kota ini pula ia berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan pemimpin National Indische Partif, Dr. Douwes Dekker.

Kisah cinta Soekarno selaniutnva bensemi di Bandung. la dekat dan menyukai Inggit Ganarsih, istri Haji Sanusi yang notebene-nya adalah ibu kosnya.

Jaliinan hubungan mereka semakin serius sehingga Soekarno dan Inggit akhirnya berterus terang kepada Haji Sanusi dan Tjokroaminoto, bahwa mereka bermaksud untuk menikah.

Menerima pernyataan itu, Haji Sanusi kemudian menceraikan Inggit dan Soekarno menceraikan Utari seizin Tjokroaminoto. Akhirnya, Utari menjadi janda di usia yang sangat muda dalam keadaan masih perawan,

Soekarno kemudian menikahi Inggit pada 1923. Sejak itu pula Inggit menanggung biaya studi Kusno, begitu panggilan Inggit kepada Soekarno. Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada 25 Mei 1926.

Dalam Dies Natalis ke-6 Technische Hoogeschool pada 3 Juli 1926, Soekarno diwisuda bersama 18 insinyur lainnya.

Pada saat itu Profesor Jacob Clay selaku ketua fakultas mengatakan, bahwa peristiwa itu penting karena diantaranya ada orang jawa. Yang dimaksud oleh sang profesor adalah Soekarno, Anwari, dan Soetedjo.

"Terutama penting peristiwa itu bagi kita karena ada di antaranya tiga orang insinyur orang Jawa," tuturnya.

Setamat kuliah, Soekarno semakin aktif di dunia pergerakan. Dalam hal ini Inggit turut berperan mendukung perjuangan suaminya.

Saat Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menghukum Soekarno di Penjara Sukamiskin karena kegiatan politik, Inggit setia menemani dan menunggu hingga masa hukuman itu habis. Inggit yang waktu itu berjualan rokok buatannya sendiri adalah satu-satunya orang yang diizinkan menjenguk Soekarno.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement