Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta menerapkan kawasan rendah emisi di kawasan Kota Tua dengan tujuan meningkatkan kualitas udara di sekitar lokasi, serta mengurai kemacetan. Hal ini juga termasuk menyiapkan fasilitas pejalan kaki seluas kurang lebih 29.000 meter persegi di antaranya di Plaza Lada dan Kemukus , Plaza Transit BEOS , Promenade Kali Besar Utara dan ruang pejalan kaki lainnya di Kawasan Kota Tua.
Pedestrianisasi Ini menambah ruang publik eksisting yang sebelumnya telah terbangun di Plaza Fatahillah dan Promenade Kali Besar Selatan dan menyatukan keseluruhannya sebagai ruang publik yang terintegrasi.
Kemudian, Pemprov DKI Jakarta juga melaksanakan penataan stasiun Jakarta Kota dan halte Transjakarta, serta pembangunan MRT rute Bundaran HI- Kota Tua dalam rangka menjadikan kawasan Kota Tua semakin mudah dijangkau dengan transportasi publik.
BACA JUGA:BI Ramal Terjadi Deflasi 0,13% di Agustus 2022
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anies turut mengundang para investor untuk mengaktifkan aset-aset milik BUMN dan privat sebagai contoh adaptive reuse pasca revitalisasi. Adaptive reuse mengacu kepada upaya penggunaan kembali aset dengan menyesuaikan kondisi aset yang ada, dalam hal ini bangunan cagar budaya. Contohnya Tugu Batavia, Bank Indonesia, Cafe Batavia, dan lainnya.
Hadir dalam acara peresmian diantaranya, Ketua TP PKK DKI Fery Farhati, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Andhika Permata, Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry, Direktur Utama Jakarta Experience Board (JxB) Novita Dewi, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia DKI Jakarta Pak Onny Widjanarko.
(Nanda Aria)