Share

Gelapkan Duit Perusahaan, Sales Perempuan Ini Bikin Laporan Palsu Kena Gendam

Sigit Dzakwan, iNews · Jum'at 26 Agustus 2022 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 26 340 2655375 gelapkan-duit-perusahaan-sales-perempuan-ini-bikin-laporan-palsu-kena-gendam-4FrOeizElQ.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

KOTAWARINGIN BARAT - Seorang perempuan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng nekat membuat laporan palsu seakan akan menjadi korban hipnotis atau gendam dan kehilangan yang Rp5 juta.

Tersangka adalah F (34) ini seorang sales yang bekerja di UD Ssmanggi Arut Selatan. Ia membuat skenario sebagai korban gendam lantaran telah mengelapkan uang perusahaan sebesar Rp5 juta untuk membayar arisan dan untuk belanja baju.

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengatakan, awalnya tersangka F ini mendatangi ke SPKTD Polres Kobar pada Selasa 23 Agustus 2022 sekira pukul 07.30 WIB untuk melaporkan kasus gendam yang dialaminya di jalan Edi Suwargono Kecamatan Arut Selatan.

“Tersangka mengaku kepada petugas SPKTD mengalami peristiwa gendam oleh seseorang di jalan Edi Suwargono Kecamatan Arut Selatan, dan mengalami kerugian sebesar Rp5 juta,” ujar kapolres saat pers rilis di Mapolres Kobar, Jumat 26 Agustus 2022.

Atas laporan tersebut, petugas SPKTD langsung melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Namun hasil penyelidikan oleh anggota Opsnal Satreskrim Polres Kobar, tidak ditemukan bukti-bukti terjadinya peristiwa tersebut.

“Setelah dilakukan penyeledikan, ternyata tersangka ini telah berbohong atas laporan yang disampaikan kepada kami. Setelah yang bersangkutan diinterogasi, ternyata peristiwa gendam itu hanya alibi saja, pasalnya tersangka telah menggunakan uang milik UD Semanggi sebesar Rp5 juta.”

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pengakuan tersangka, uang tersebut telah digunakan untuk membayar arisan sebesar Rp2.500.000. “Dan sisanya lagi digunakan untuk membeli baju, celana, sandal, tetes mata softlens dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.”

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 242 KUHP pidana atau pasal 220 KUHP pidana dengan ancaman 7 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini