Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengungsi ke Rusia, Putin Iming-imingi Warga Ukraina Uang Rp2,5 Juta per Orang

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 29 Agustus 2022 |14:09 WIB
Mengungsi ke Rusia, Putin Iming-imingi Warga Ukraina Uang Rp2,5 Juta per Orang
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Reuters)
A
A
A

RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (27/8/2022) menandatangani dekrit yang mengatur tentang manfaat finansial bagi orang-orang yang meninggalkan wilayah Ukraina untuk datang ke Rusia. Aturan tersebut berlaku termasuk untuk pensiunan, perempuan hamil, dan orang cacat.

Dikutip VOA, keputusan tersebut, yang diterbitkan di situs web pemerintah, menetapkan pembayaran bantuan bulanan sebesar 10.000 rubel atau setara dengan sekitar Rp2,5 juta untuk orang-orang yang terpaksa meninggalkan wilayah Ukraina sejak 18 Februari lalu. Penyandang cacat juga akan mendapatkan bantuan bulanan yang sama, sedangkan perempuan hamil berhak mendapatkan bantuan hanya satu kali.

Keputusan tersebut mengatakan pembayaran akan dilakukan untuk warga Ukraina dan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk. Kedua wilayah Ukraina tersebut memisahkan diri dari negara asalnya yang diakui Moskow sebagai negara merdeka pada Februari. Ukraina dan Barat mengutuk langkah tersebut dan menyebutkan sebagai aksi ilegal.

Baca juga: Harga Energi Meroket, Rusia Malah Bakar Gas Senilai Rp148 Miliar per Hari 

Pada 18 Februari lalu, Putin memerintahkan setiap orang yang datang ke Rusia dari Donetsk dan Luhansk untuk diberikan bantuan senilai 10.000 rubel atau sekitar Rp2,5 juta.

Baca juga: Putin Tambah Jumlah Pasukan Rusia, Peningkatan 10% Sekitar 137.000 Tentara 

Seperti diketahui, Moskow telah memberikan paspor Rusia kepada orang-orang Ukraina. Kyiv dan dan Amerika Serikat (AS) mengatakan hal itu sebagai upaya ilegal Moskow untuk mencaplok wilayah yang telah didudukinya sebagai bagian dari apa yang mereka anggap sebagai perampasan tanah imperialis Rusia.

Moskow menegaskan pihaknya sedang menuntut "operasi militer khusus" untuk melindungi dirinya sendiri dan membela penutur bahasa Rusia yang dikatakan dianiaya oleh otoritas Ukraina, sesuatu yang dibantah oleh Kyiv.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement