Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hasil Rakernas PAN, Pengamat: Terkesan Obral Capres

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 29 Agustus 2022 |08:50 WIB
Hasil Rakernas PAN, Pengamat: Terkesan Obral Capres
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Hasil Rapat Kerja Nasional yang digelar Partai Amanat Nasional (PAN), Sabtu 27 Agustus 2022, di Jakarta memutuskan sembilan nama bakal calon presiden (capres) yang akan diajukan pada Pilpres 2024 nanti.

Ada empat nama petinggi partai politik (parpol), yaitu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani, dan Ketua Umum PAN sendiri, Zulkifli Hasan.

Kemudian nama lainnya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Satu bakal pemimpin nasional lain yang disepakati adalah Menteri BUMN Erick Thohir.

"Hasil Rakernas PAN terkesan mengobaral Capres, terlalu banyak bakal calon presiden akan mempersulit proses konsolidasi partai koalisi. Ini baru di internal PAN belum nanti proses pendistribusian bakal calon pilihan PAN ke KIB," ujar Analis Politik dan Pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif dalam keterangan yang diterima, Senin (29/8/2022).

"Kalau dilihat ini seperti mengumbar nama-nama figur atau tokoh berpengaruh untuk merebut pengaruh ketokohan dan kekuatan politik dari masing masing-masing tokoh," imbuhnya.

PAN, kata Ikhwann Arif, seolah-olah mengguyur nama-nama tokoh potensial sehingga ada satu atau dua nama jatuh berguguran. Kemudian nama-nama yang masih bertahan yang kemudian dipilih dan diusungkan melalui partai koalisi.

Memang di satu sisi menampung suara dan aspirasi partai sangat penting untuk menjaga solidaritas internal partai namun dilain sisi menunjukkan lemahnya proses penyaringan nama-nama tokoh potensial dengan tolok ukur mesin partai.

Apa yang dilakukan PAN sebenarnya tidak jauh berbeda dari upaya yang dilakukan partai-partai koalisi politik lainnya. Inilah yang menandakan masih lemahnya ID kepartaian dalam proses politik dan lebih kuatnya faktor ketokohan dalam proses agregasi kepentingan politik baik itu dalam proses pemilihan bakal calon presiden atau dalam proses pemilihan legislatif.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement