Sunan Kudus banyak berguru kepada Sunan Kalijaga, gaya berdakwahnya sangat toleran pada budaya setempat serta cara penyampaian yang halus. Didekatinya masyarakat dengan memakai simbol-simbol Hindu-Budha seperti yang tampak pada gaya arsitektur Masjid Kudus.
Untuk menarik simpati masyarakat untuk mendatangi masjid guna mendengarkan tabligh akbarnya, ia tambatkan Kebo Gumarang (sapi) di halaman masjid. Masyarakat yang saat itu memeluk agama Hindu pun bersimpati, dan semakin bersimpati selepas mendengarkan ceramahnya mengenai “sapi betina” atau Al-Baqarah.
Sunan Kudus meninggal dunia saat menjadi Imam sholat Subuh di masjid Menara Kudus pada tahun 1550. Dia wafat dalam posisi sujud, dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus.
*Tulisan ini merupakan karya Doddy Handoko, untuk mengenang Almarhum.
(Widi Agustian)