KAMPALA – Seorang pengantin wanita ditangkap polisi di tengah sebuah resepsi pernikahannya di Uganda pada pertengahan bulan ini. Insiden itu membuat resepsi pernikahan yang seharusnya bahagia berubah menjadi kacau.
Berikut beberapa fakta terkait insiden ini.
BACA JUGA: Polisi Gerebek Resepsi Pernikahan, Tangkap Pengantin Wanita karena Tuduhan Pencurian
1. Ditangkap atas tuduhan pencurian
Sejumlah petugas polisi berpakaian preman menyerbu pesta pernikahan di Sekolah Teknik Kakiika di Kota Mbarara, Uganda dan menangkap pengantin wanita Christine Natuhera. Polisi mengatakan bahwa Natuhera ditangkap atas tuduhan pencurian.
Natuhera dituduh mencuri uang dari tempat kerjanya sebelumnya. Namun, menurut laporan media kasus itu telah dihentikan karena kurangnya bukti.
BACA JUGA: Terus Menerus Lahirkan Anak Kembar, Wanita Ini Ditinggal Pergi Suaminya
2. Sempat coba diselamatkan tamu
Natuhera dibawa secara paksa oleh petugas kepolisian dari resepsi pernikahannya meski para tamu berusaha menghentikannya. Salah seorang tamu bahkan mencoba membawa kabur Natuhera sebelum akhirnya dihentikan polisi.
Menurut pengantin pria Edson Tumukunde, istrinya diseret oleh petugas, yang membawanya ke kantor polisi.
“Dia menghabiskan malam di sel. Tamu-tamu kami menunggu di resepsi hingga pukul 01:00 pada hari Minggu saat kami berjuang untuk membebaskannya,” kata Tumukunde.
3. Pihak kepolisian meminta maaf
Komandan Polisi wilayah Rwizi, Yehezkiel Emitu Ebapu, meminta maaf pada pihak keluarga atas insiden itu. Dia menuduh petugasnya memiliki konflik kepentingan, dengan melakukan penangkapan yang tidak dibenarkan.
“Kejadian itu sangat disayangkan. Mereka (petugas) seharusnya menunggu dia menyelesaikan acaranya dan kemudian menangkapnya,” kata Emitu.
Emitu mengatakan bahwa bahkan jika tersangka dituduh mencuri, yang bukan merupakan pelanggaran berat, polisi seharusnya memanggilnya untuk menanggapi tuduhan itu alih-alih menggerebek acara, menangkapnya, dan membuatnya trauma.
4. Petugas yang terlibat telah dihukum
Terkait insiden ini kepolisian telah mendakwa para petugas yang terlibat dengan tuduhan perilaku yang menghina. Para petugas diduga memiliki pengaturan dengan pelapor yang melaporkan Natuhera.
Jika terbukti bersalah, para petugas bisa dipecat dari kepolisian.
(Rahman Asmardika)