Share

Siasat Busuk Inggris yang Sukses Memorak-Morandakan Kawasan Timur Tengah

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 03 September 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 18 2659928 siasat-busuk-inggris-yang-sukses-memorak-morandakan-kawasan-timur-tengah-YjB2uurQhm.JPG Syekh Syaqr dari Sharjah dilengserkan dari kursi kekuasaannya yang disokong Inggris/ Foto: BBC

JAKARTA - Perjanjian rahasia yang mengakhiri kekuasaan Kerajaan Inggris di Timur Tengah terungkap dalam film dokumenter terbaru yang dibuat BBC News Arabic dan Persia. "Secrets & Deals: How Britain Left the Gulf" berisi rincian tentang bagaimana Inggris membiarkan Iran mengambil kendali atas sejumlah pulau yang dipersengketakan, serta laporan saksi mata tentang kudeta yang didalangi Inggris.

Musim dingin 1967-1968 adalah masa krisis bagi ekonomi Inggris. Banyak pemimpin Arab yakin Inggris diam-diam membantu Israel meraih kemenangan atas tetangga-tetangga Arabnya dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967. Israel berhasil merebut Yerusalem Timur, Tepi Barat, Gaza, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan.

Sebagai pembalasan, negara-negara Teluk yang kaya minyak mulai menjual cadangan mata uang Inggris mereka.

Nilai poundsterling pun jatuh. Terdesak untuk menghemat uang, pemerintahan Partai Buruh yang dipimpin Harold Wilson memutuskan sudah waktunya mengakhiri komitmen pertahanan Kerajaan Inggris di Timur Tengah.

Inggris tidak pernah secara resmi memiliki koloni di Teluk, tetapi telah menjadi kekuatan asing yang terkemuka di sana sejak abad ke-18.

Emirat-emirat Arab yang terdiri dari Bahrain, Qatar, dan negara-negara Trucial (Abu Dhabi, Dubai, dan tetangga mereka yang lebih kecil) menandatangani perjanjian keamanan dengan Inggris.

Perjanjian tersebut memberi kewenangan kepada Inggris untuk mengendalikan kebijakan pertahanan dan kebijakan luar negeri mereka, sementara para pemimpin lokal lebih banyak mengawasi urusan domestik.

Pada 1965, syekh yang paling progresif secara politik, sosial, dan pendidikan di negara-negara Trucial, Saqr bin Sultan al-Qassemi dari Sharjah, membuat masalah dengan Inggris.

Tindakannya yang menyinggung Inggris ialah mendekati Presiden Mesir, Gamal Abdel Nasser, sosok andalan gerakan nasionalis Arab.

Syekh Saqr kemudian digulingkan dalam kudeta yang didalangi Inggris. Dia digantikan oleh sepupunya.

Secara resmi, keluarga yang berkuasa sepakat dia harus dilengserkan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Cara penggulingan adalah dengan mengundang Syekh Saqr ke Dubai untuk sebuah pertemuan. Padahal, pertemuan itu adalah jebakan karena pasukan militer lokal Inggris, Trucial Oman Scouts, sudah menunggu kedatangannya. Syekh Saqr lantas dikirim ke pengasingan.

Film ini mengungkapkan bagaimana Inggris mengatur kudeta tersebut. Sir Terence Clark (belakangan menjadi duta besar Inggris di Irak) mengatakan kepada BBC untuk pertama kalinya bagaimana kudeta dilakukan:

"Satu detasemen Trucial Oman Scouts kami tiba. Mereka melucuti pengawal Saqr," katanya dikutip dari BBC, Jumat (2/9/2022).

"Ketika saya melihat mereka duduk dengan tenang, saya mengatakan kepada Deputi Agen, 'Pesan telah disampaikan'. Ini adalah sinyal.

"Deputi Agen mengatakan kepada Syekh Saqr bahwa keluarga yang berkuasa telah memutuskan untuk mencopotnya.

"Syok, Syekh Saqr berdiri. Dia melihat anak buahnya duduk tanpa senjata. Dia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Dia harus menerima keputusan itu."

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini