"Saat di dalam mobil aku dianiaya. Mobil berenti di SPBU, lalu aku ditendang, dipukul menggunakan tangan kosong dan tangan aku diborgol. Itu gara-gara aku minta izin untuk mengurus nenek yang sakit di rumah aku,” kata EF.
EF mengatakan bahwa sudah dua kali melaporkan kasus KDRT itu kepada Propam Polda Sumsel, namun selalu selesai dengan perdamaian. EF mengatakan bahwa setelah laporan dicabut, AP selalu mengungkit dan menghinanya, serta mengancam.
Baca Berita Selengkapnya: 5 Fakta Pengakuan Ibu Bhayangkari Tertangkap Selingkuh, Kerap Jadi Korban KDRT
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.