Share

Polda Jateng Tangkap 66 Pelaku Penimbunan dan Pengoplosan Puluhan Ton BBM Bersubsidi

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 05 September 2022 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 512 2661169 polda-jateng-tangkap-66-pelaku-penimbunan-dan-pengoplosan-puluhan-ton-bbm-bersubsidi-PM0d8mqn1O.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Jawa Tengah menangkap 66 tersangka terkait kasus tindak pidana dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsdidi di berbagai wilayah. Dalam hal ini, polisi mengungkap 50 kasus.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, dari pengungkapan ini setidaknya Rp11 miliar rupiah lebih potensi kerugian negara diselamatkan.

"Adapun barang bukti yang diamankan yakni solar bersubsidi sebanyak 81,9 ton, pertalite sebanyak 3,2 ton, mobil 38 unit, motor 6 unit, alat komunikasi 9 unit dan tandon kapasitas 1.000 liter sebanyak 40 buah," kata Dedi kepada awak media, Jakarta, Senin (5/8/2022).

 BACA JUGA:Angkut 10 Ton BBM Ilegal, Sopir dan Kernet Truk Tangki Ditangkap

Adapun beberapa kasus yang menonjol yakni berada di Kudus. Polres setempat mengungkap adanya sebuah perusahaan membeli bio solar subsidi di sejumlah SPBU menggunakan beberapa mobil. Lalu solar dikumpulkan dan ditimbun untuk kemudian dijual ke industri.

Dalam kasus ini, dua tersangka diamankan salah satunya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, 12 ton solar bersubsidi juga diamankan menjadi barang bukti.

Kasus lainnya yang menarik perhatian adalah penyelewengan yang dilakukan oleh oknum ASN di Pekalongan. Oknum tersebut bolak balik mengisi penuh tangki mobilnya solar. Polisi yang mengawasi lalu mengikuti oknum tersebut dan mendapati ternyata oknum tersebut memindahkan solar ke jerigen untuk dijual lebih mahal memanfaatkan kenaikan harga.

 BACA JUGA:Bawa 2 Ribu Liter BBM Ilegal, Sopir Ini Ditangkap Polisi

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Rata-rata motif para pelaku melakukan penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi untuk mendapatkan keuntungan karena disparitas harga dan lemahnya pengawasan," ujar Dedi.

Dedi menuturkan, Polri akan terus melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu terkait penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi. Kemudian melakukan pengawalan dan monitoring terhadap pendistribusian BBM.

"Menempatkan personel Polri di pom bensin dengan tujuan agar masyarakat dapat diberikan pencerahan serta menyikapi secara positif dampak kenaikan harga BBM tersebut selain melakukan pengamanan objek," tutup Dedi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini