MEMPHIS - Polisi menemukan mayat di Tennessee, Amerika Serikat (AS) pada Senin, (5/9/2022), di tengah pencarian seorang guru dan pewaris miliarder, Eliza Fletcher, yang diculik pekan lalu.
Departemen Kepolisian Memphis mengatakan bahwa "sosok yang telah meninggal" ditemukan sekira pukul 5 sore waktu setempat, di daerah di mana wanita itu hilang. Identifikasi mayat tidak segera dikonfirmasi, begitu juga dengan penyebab kematian.
BACA JUGA: Pewaris Miliarder AS Diculik Saat Joging, Keluarga Tawarkan Hadiah
Fletcher, (34), yang berasal dari keluarga pendiri perusahaan perangkat keras swasta senilai USD3,2 miliar, menghilang pada Jumat (2/9/2022) setelah diculik saat joging pagi.
Tersangka Cleotha Abston didakwa pada Minggu,(4/9/2022),dengan penculikan yang sangat parah dalam kasus hilangnya Fletceher. Motif Abston menculik Fletcher, ibu dari dua anak, masih belum jelas.
Pihak berwenang Tennessee memperoleh rekaman pengintaian penculikan, yang tampaknya menunjukkan Abston berlari “secara agresif ke arah korban, dan kemudian (memaksa) korban Eliza Fletcher ke sisi penumpang kendaraan,” demikian menurut pernyataan kepolisian.
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa: “di sana tampaknya menjadi perlawanan.”
BACA JUGA: Kisah Wanita Terkaya Dunia, Pewaris L'Oreal yang Punya Duit Rp808 Triliun
Polisi menggambarkan penculikan Fletcher sebagai "kekerasan" dan mengatakan bahwa korban diyakini "menderita cedera serius."
“Selanjutnya, kemungkinan dan keterangan saksi-saksi bahwa luka-luka ini meninggalkan bukti darah di dalam mobil yang dibersihkan terdakwa,” sambungnya sebagaimana dilansir New York Post.
Mayat yang ditemukan pada Senin itu berada kurang dari dua kilometer dari tempat saksi mengatakan kepada polisi bahwa mereka melihat Abston membersihkan GMC Terrain, yang dikonfirmasi polisi digunakan untuk menculik Fletcher.
Abston pergi ke rumah saudara laki-lakinya di Memphis sekira tiga setengah jam setelah dugaan serangan itu. Saudara laki-lakinya dan saksi lain melaporkan melihat pria berusia 38 tahun itu membersihkan bagian dalam SUV dan mengatakan dia "bertingkah sangat aneh."
Penyelidik pada Senin menutup sekira radius satu mil di sekitar lokasi di mana mayat itu ditemukan, di dekat sebuah sekolah dasar yang ditinggalkan, menurut Fox News.
Abston ditangkap pada Sabtu,(3/9/2022) pagi, tetapi pihak berwenang mengatakan dia menolak memberi tahu mereka lokasi Fletcher. Dia ditangkap setelah seorang warga menemukan sandal di TKP dengan DNA Abston, yang menghubungkannya dengan dugaan penculikan Fletcher.
Dia ditahan dengan jaminan USD500.000 dan memiliki masalah sebelumnya dengan hukum, termasuk hukuman sebelumnya karena menculik seorang pengacara ketika dia baru berusia 16 tahun.
Abston menjalani hukuman 20 tahun penjara untuk kasus sebelumnya dan dibebaskan pada 2020.
Tetangga menggambarkan Abston sebagai "penjahat" dan "cabul" yang terus-menerus mencoba membayar wanita untuk seks, menurut sebuah laporan.
Fletcher adalah ibu yang sudah menikah dari dua anak laki-laki dan seorang guru sekolah dasar.
(Rahman Asmardika)