Chida merasa hanya dengan Morimoto ia bisa menjadi dirinya sendiri dengan keinginannya memakai pakaian khas India (kain sari) dan tidak khawatir teman-temannya malu akan dirinya. Jadi, Chida memilih Morimoto untuk menemaninya sebagai pengganti teman-temannya.
“Dengan teman-teman saya, saya harus menghibur mereka. Tetapi dengan si pria sewaan (Morimoto) saya tidak merasa perlu melakukan hal tersebut,” jelas Chida kepada Reuters.
Bisnis yang Morimoto tekuni saat ini menjadi satu-satunya sumber pendapatannya. Dengan pekerjaan itu, ia bisa menghidupi istri dan anaknya.
Meskipun Morimoto menolak untuk mengungkapkan berapa banyak yang dia hasilkan selama ini, namun ia menjelaskan bahwa dalam satu hari dia menemani satu atau dua pelanggan dalam sehari. Bahkan, sebelum pandemi dia berhasil mendapatkan tiga atau empat pelanggan setiap harinya.
Yang banyak orang tidak ketahui, Morimoto sering merenungkan perkerjaannya dan mempertanyakan masyarakat Jepang yang sangat menghargai produktivitas dan menilai ketidakbergunaan seseorang, apalagi pekerjaan yang Morimoto tekuni dinilai tidak melakukan apa-apa.
"Orang cenderung berpikir bahwa 'tidak melakukan apa-apa' itu tidak berguna. Saya berharga karena berguna (bagi orang lain). Orang tidak harus berguna dengan cara tertentu," katanya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.