"Berhubung dalam suasana Pilpres, konflik yang terjadi dalam tubuh partai politik biasanya bermuara pada muatan politis yang pragmatis, biasanya para elit partai politik terjebak dalam kontroversi politik untuk mendukung salah satu kandidat politik terutama pada pembentukan koalisi Pilpres," ujarnya.
Menurutnya, internal partai sering tersandung oleh pragmatisme politik kepentingan jangka pendek bukan permasalahan ideologi atau paltform partai politik.
"Jadi faksi-faksi atau kelompok-kelompok tertentu yang berseberangan di dalam tubuh partai harus mencapai konsensus politik untuk mengindari terjadinya perpecahan," tukasnya. (NAN)
(Qur'anul Hidayat)