Share

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Bakar Ban di Depan Gedung DPRD Jabar

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Selasa 06 September 2022 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 525 2662018 tolak-kenaikan-harga-bbm-mahasiswa-bakar-ban-di-depan-gedung-dprd-jabar-8Y5ZOF44bq.jpg Mahasiswa bakar ban dalam unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM (Foto : MPI)

BANDUNG - Asap hitam dari pembakaran ban mewarnai aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan sejumlah mahasiswa di Kota Bandung. Aksi tersbeut dilakkuakn di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (6/9/2022).

Selain membakar ban yang dilengkapi aksi teatrikal, para mahasiswa juga membentangkan sejumlah poster hingga spanduk berisi kecaman terhadap pemerintah pusat itu, seperti 'Mari Kompak Bergerak, Rezim Jokowi Membuat Rakyat Miskin dan Sengsara'.

Spanduk kain berwarna putih dengan tulisan merah tersebut mereka pasang di pagar Gedung DPRD Jabar. Spanduk lainnya mereka bentangkan dengan tulisan 'Kami Muak kepada Rezim Jokowi! Turunkan Harga BBM Segera'.

Di tengah kepulan asap hitam yang membumbung tinggi, orator pun mulai menyuarakan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM. Dia menilai, kenaikan harga BBM telah menyengsarakan rakyat.

"BBM naik, sekarang memberikan dampak kepada rakyatnya, betul?" ujar orator yang diamini seluruh peserta aksi.

Orator pun menyinggung kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) yang dianggapnya hanya sebagai alat untuk menenangkan masyarakat di tengah gejolak kenaikan harga BBM.

"BLT hanya menjadi alat penenang ketika masyarakat lelah dan resah," tegasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tidak hanya itu, orator pun menyinggung kinerja anggota DPRD Jabar yang dinilainya tak mampu menyuarakan keinginan rakyat atas kenaikan harga BBM.

"Rakyat Indonesia sedang menjerit, tapi di gedung dewan mereka duduk berdiskusi dan tertawa," katanya.

Aksi demonstrasi mahasiswa tersebut mendapatkan pengawalan cukup ketat dari pihak kepolisian. Sejumlah polisi tampak berjaga di depan pintu gerbang Gedung DPRD Jabar dan kawat berduri pun telah dipasang.

Aksi demonstrasi tersebut membuat ruas Jalan Diponegoro tak dapat dilintasi. Polisi menutup ruas jalan tersebut dari kedua arah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini