Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah Munculnya Alat Pendeteksi Kebohongan, Diperdebatkan Sejak 90 Tahun Lalu

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 07 September 2022 |06:05 WIB
Sejarah Munculnya Alat Pendeteksi Kebohongan, Diperdebatkan Sejak 90 Tahun Lalu
Alat pendeteksi kebohongan (Foto: Board of Trustees of The Science Museum Group)
A
A
A

INGGRIS - Penelitian di balik tes pendeteksi kebohongan (lie detector) telah diperdebatkan sejak pembuatannya 90 tahun lalu.

Hal ini pula yang menjadi pertanyaan besar apakah ada cara yang dapat diandalkan untuk mengetahui apakah seseorang berbohong. Hal ini terungkap dalam buku 'The Truth Machine: A Social History of the Lie Detector' karya Dr Geoff Bunn.

Jika Anda ingat film fenomenal ‘Basic Instinct’ yang diperankan karakter psikopat Sharon Stone, Anda mungkin akan ingat salah satu narasinya. "Jika saya bersalah dan ingin mengalahkan mesin itu, tidak akan sulit," terangnya.

Dan ternyata sejarah poligraf - lebih dikenal sebagai tes pendeteksi kebohongan – ‘dikotori’ oleh orang-orang yang telah mampu mengelabuinya. Mesin poligraf ditemukan pada 1921 di Berkeley, California.

 Baca juga: Putri Candrawathi Jalani Pemeriksaan dengan Lie Detector, Begini Suasana di Puslabfor Polri Bogor

"Berkeley adalah kota dengan kepala polisi yang sangat terkenal, August Vollmer, dan dia bertanggung jawab atas reformasi kepolisian dan pemimpin profesionalisasi polisi di Amerika Serikat," kata Ken Alder, profesor sejarah di Northwestern University di Chicago, dikutip BBC.

Baca juga:  Pemeriksaan Ferdy Sambo dengan Lie Detector Ditunda Kamis, Besok Sambo Diperiksa Tim Siber

"Dia sebenarnya ingin menggunakan sains untuk membuat polisi lebih taat hukum, untuk menggantikan interogasi ilmiah baru ini dengan apa yang sebelumnya dikenal sebagai tingkat ketiga, yang merupakan cara untuk mendapatkan informasi dari orang-orang dengan memukuli mereka,” lanjutnya.

Petugas polisi Berkeley John Larson menciptakan mesin pertama, mendasarkannya pada tes tekanan darah sistolik yang dipelopori oleh psikolog William Moulton Marston, yang kemudian menjadi penulis buku komik dan menciptakan Wonder Woman.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement