Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah Munculnya Alat Pendeteksi Kebohongan, Diperdebatkan Sejak 90 Tahun Lalu

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 07 September 2022 |06:05 WIB
Sejarah Munculnya Alat Pendeteksi Kebohongan, Diperdebatkan Sejak 90 Tahun Lalu
Alat pendeteksi kebohongan (Foto: Board of Trustees of The Science Museum Group)
A
A
A

Marston percaya perubahan tekanan darah bisa menunjukkan apakah seseorang berbohong.

Poligraf modern mengukur berbagai perubahan fisik seperti denyut nadi dan pernapasan serta tekanan darah.

Tetapi kredibilitas poligraf ditantang segera setelah ditemukan. Pada 1923, dalam apa yang menjadi keputusan Mahkamah Agung yang bersejarah, Frye v Amerika Serikat (AS), diputuskan bahwa bukti ilmiah, seperti yang diperoleh melalui poligraf, hanya dapat diterima jika "cukup ditetapkan untuk memperoleh penerimaan umum" di bidang ilmiah masyarakat.

Poligraf tersebut didukung oleh Leonarde Keeler, yang pada 1930 membantu mendirikan laboratorium deteksi kejahatan ilmiah di Northwestern, laboratorium forensik pertama di AS, setahun sebelum Biro Investigasi Federal (FBI).

Pada 1948 Keeler memerankan dirinya sendiri dalam film ‘Call Northside 777’ berlawanan dengan James Stewart sebagai reporter yang membebaskan seorang pria yang dihukum karena pembunuhan.

"Salah satu hal hebat yang dilakukan Keeler adalah menggertak orang untuk mengaku," kata Alder.

"Dia bisa mendapatkan 60% tingkat pengakuan dengan menggertak orang [dengan ancaman pendeteksi kebohongan],” lanjutnya.

Kelas-kelasnya di Northwestern dihadiri oleh kartunis Chester Gould, yang konon mendasarkan karakter Dick Tracy yang tidak fana dan rahang persegi pada Keeler dan rekan-rekannya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement