Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dilaporkan Hilang Setelah Diculik, Pewaris Miliarder AS Dikonfirmasi Tewas

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 07 September 2022 |11:51 WIB
Dilaporkan Hilang Setelah Diculik, Pewaris Miliarder AS Dikonfirmasi Tewas
Eliza Fletcher diculik saat joging pagi.
A
A
A

MEMPHIS - Polisi di Tennessee mengatakan mayat yang ditemukan pada Senin, (5/9/2022) adalah, jasad dari Eliza Fletcher, pewaris miliarder Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan diculik.

Ibu dua anak berusia 34 tahun itu adalah seorang guru di daerah itu, dan cucu dari seorang miliarder lokal. Fletcher diculik saat jogging pada Jumat, (2/9/2022), pagi di dekat kampus Universitas Memphis.

BACA JUGA: Polisi Temukan Mayat dalam Pencarian Pewaris Miliarder AS yang Diculik

Cleotha Abston - seorang pria berusia 38 tahun, yang sebelumnya pernah dipenjara karena penculikan - telah didakwa dengan penculikan dan pembunuhan Fletcher.

Keluarga Fletcher merilis pernyataan setelan penemuan jasad wanita itu, mengatakan bahwa mereka "patah hati dan hancur".

"Liza sangat menyenangkan bagi banyak orang - keluarganya, teman, kolega, siswa, orang tua, anggota jemaat Gereja Presbiterian Kedua, dan semua orang yang mengenalnya," kata keluarga.

"Sekarang saatnya untuk mengingat dan merayakan betapa istimewanya dia dan untuk mendukung mereka yang sangat peduli padanya."

Fletcher adalah cucu mendiang Joseph Orgill III, seorang miliarder perusahaan perangkat keras lokal dan filantropis. Perusahaannya sekarang dilaporkan bernilai lebih dari USD3 miliar dan mempekerjakan lebih dari 5.000 orang.

BACA JUGA: Pewaris Miliarder AS Diculik Saat Joging, Keluarga Tawarkan Hadiah

Eliza Fletcher bekerja sebagai guru TK junior di Sekolah Episkopal St Mary, bukan untuk bisnis keluarga.

Dia menghilang pada Jumat, sekira pukul 04:00 waktu setempat. Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria mendekatinya dan terlibat dalam konfrontasi fisik, memaksa Fletcher masuk ke SUV hitam, menurut dokumen polisi.

Keluarga sempat menawarkan hadiah sebesar USD50.000 untuk informasi mengenai Eliza Fletcher setelah pewaris itu gagal kembali ke rumah pada Jumat, dan dilaporkan hilang.

Departemen Kepolisian Memphis mengatakan pada Senin bahwa petugas telah menemukan mayat sekira pukul 17:07 waktu setempat, tetapi menekankan tidak ada identifikasi yang dilakukan. Kemudian pada Selasa, (6/9/2022), petugas mengatakan bahwa jasad yang ditemukan “di blok 1600 Victor telah diidentifikasi sebagai Eliza Fletcher".

Pihak berwenang kemudian mengkonfirmasi bahwa mayat itu ditemukan di bagian belakang sebuah apartemen duplex yang kosong.

Pada saat penemuan mayat, Abston, yang ditangkap pada Sabtu, (3/9/2022), telah didakwa dengan penculikan dan merusak barang bukti.

Tuduhan tambahan untuknya sekarang telah "ditambahkan untuk pembunuhan tingkat pertama dan pembunuhan tingkat pertama dalam melakukan penculikan," kata polisi.

Abston ditangkap setelah DNA-nya terdeteksi pada sepasang sandal yang ditemukan di dekat tempat Fletcher terakhir terlihat, menurut surat pernyataan penangkapan. Petugas juga menemukan kendaraan di alamat tempat tinggal Abston yang cocok dengan rekaman CCTV Fletcher yang dipaksa masuk ke mobil serupa.

Video menunjukkan dia menghabiskan lebih dari satu jam membersihkan mobilnya setelah tiba di kompleks apartemen saudara laki-lakinya lebih dari tiga jam setelah Fletcher diculik.

Menurut dokumen pengadilan, seorang saksi mengatakan Abston berperilaku tidak menentu dan telah menggunakan pembersih karpet di interior mobilnya. Sumber yang tidak disebutkan namanya itu juga mengatakan dia mencuci pakaiannya di wastafel saudaranya.

Dia berusaha melarikan diri ketika Marshals AS tiba di kediaman, tetapi ditangkap, kata pernyataan tertulis.

Abston sebelumnya menjalani hukuman hampir 20 tahun penjara karena menculik seorang pengacara terkemuka Memphis pada 2000 di bawah todongan senjata. Dia dibebaskan pada akhir 2020.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement