Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Klaim Alat Lie Detector yang Dites ke Ferdy Sambo Cs Diakui Dunia, Akurasinya 93%

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Kamis, 08 September 2022 |16:09 WIB
Polri Klaim Alat Lie Detector yang Dites ke Ferdy Sambo Cs Diakui Dunia, Akurasinya 93%
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo (foto: dok MNC Portal)
A
A
A

Selanjutnya pemasangan alat/test waktu 1 sampai 2 jam. Dimana terperiksa dipasang sensor-sensor poligraf kemudian dilakukan tes awal untuk membiasakan terperiksa rileks dengan alat yang terpasang. Hal ini untuk mengetahui pola reaksi tubuh terperiksa ketika jujur maupun ketika berbohong dan untuk melihat kesiapan terperiksa secara mental dan fisik.

"Kemudian baru diperiksa dengan diberikan serangkaian pertanyaan terstruktur (pertanyaan netral, control, relevant, SR, Symptomatic), 1 grafik/chart terdiri atas 10-12 pertanyaan, grafik/chart diambil 3-5 kali untuk metoda terverifikasi oleh APA," ucap Dedi.

Tahapan selanjutnya yakni evaluasi hasil pemeriksaan dengan menganalisa hasil pemeriksaan, plus pembuatan BAP hasil pemeriksaan. Tahapan ini memakan waktu 2-3 hari kerja.

"Untuk hasil poligraf ada tiga bentuk kesimpulan yakni DI (Deception Indicated/berbohong), NDI (No Deception Indicated/Jujur) dan No Opinion (tidak dapat dianalisa)," tutur Dedi.

Dedi pun mencontohkan beberapa kasus yang menggunakan metode poligraf yaitu kasus pembakaran seorang perawat RSCM di Jakarta Pusat dengan tersangka pacarnya seorang pria Pegawai pemkab Bekasi) tahun 2022, kasus pembunuhan terkait perebutan harta waris di Batu, Jatim tahun 2021 dan kasus pencabulan anak Batita di Kalimantan Barat tahun 2021.

Adapun pemeriksaan lie detector dilakukan oleh pihak/instansi lain, dan dipastikan bukan metode poligraf yang dilakukan karena banyak metode lie detector yang berkembang (seperti gestur, wajah, intonasi suara, media tulisan dll), namun yang dapat dipertanggung jawabkan secara scientific dan internasional (didukung ASTM dan standar APA) adalah metode poligraf yang kita gunakan saat ini.

"Dimana dari APA menjelaskan keakuratan mendekati 93 persen jika pemeriksa melakukan pelatihan sesuai standar APA. Dan syarat ini telah memenuhi persyaratan alat bukti di pengadilan (pro justitia)," tutup Dedi.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement