Share

Rumah Khusus untuk Ratu Elizabeth II Dibangun di Fiji, Digunakan untuk Istirahat Selama Perjalanan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 09 September 2022 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 18 2664162 rumah-khusus-untuk-ratu-elizabeth-ii-dibangun-di-fiji-digunakan-untuk-istirahat-selama-perjalanan-dORvYvChdN.jpg Rumah dibangun khusus untuk Ratu Elizabeth II di Fiji (Foto: BBC)

FIJI – Tak ada yang menyangka jika Ratu Elizabeth II akan meninggalkan dunia untuk selamanya pada Kamis (8/9/2022). Rasa duka mendalam langsung menyelimuti warga dunia.

Banyak kenangan menyelimuti kehidupan Ratu Elizabeth II. Salah satunya adalah rumah yang dibangun khusus untuk dirinya di Fiji. Tepatnya di sebuah pulau bernama Bau hanya 10 menit dari daratan Fiji, Viti Levu. Ratu dan Pangeran Philip diketahui melakukan perjalanan yang sama pada 1982 saat peluncuran rumah itu.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal Sehari Setelah Cicitnya Masuk Sekolah Hari Pertama 

Mereka telah melakukan perjalanan ke ibu kota Fiji, Suva, naik Royal Britannia, perhentian terakhir dari tur Pasifik Selatan yang dimulai dengan Commonwealth Games di Australia.

Ketika Ratu Elizabeth II tiba di pulau itu pada 1982, kepala desa menyambutnya dalam diam. Ini adalah  tanda penghormatan terhadap budaya lokal.

Baca juga: Apa yang Terjadi di Inggris saat Ratu Elizabeth II Meninggal? 9 Hari ke Depan Sangat Menentukan

Selama waktunya di Bau, Yang Mulia membuka pertemuan dewan besar kepala, yakni keturunan tradisional penguasa Fiji.

Tanda-tanda kunjungannya masih bisa dilihat sampai sekarang. Kepala desa memberi tahu tim BBC jika bangunan di pulau itu ditingkatkan sebelum kunjungan Ratu dan bahwa satu rumah dibangun khusus untuknya. Ratu menggunakannya untuk beristirahat selama perjalanannya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Meski kecil, namun Bau memiliki tempat yang sangat penting dalam sejarah Fiji yang kaya. Itu adalah pusat kekuasaan di lebih dari 300 pulau di negara itu sebelum diserahkan ke Inggris pada 1879, sebagai imbalan atas perlindungan terhadap kerajaan.

Hingga hari ini, Persemakmuran menemukan banyak pendukungnya yang paling vokal di kawasan Pasifik. Pulau-pulau tersebut mengambil bagian dalam kegiatan Persemakmuran dan Yang Mulia tetap menjadi raja konstitusional dari empat Kepulauan Pasifik bersama dengan Australia dan Selandia Baru sampai kematiannya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini