3. Dijuluki Sang Ratu Perawan
Lantaran memilih untuk tidak menikah, Ratu Elizabeth I dijuluki sebagai Sang Ratu Perawan. Ratu Elizabeth I ingin fokus mengelola monarki di Inggris.
4. Dibimbing Sekretaris Negara Sir William Cecil
Pada awal kepemimpinannya, Elizabeth I dibimbing Sekretaris Negara Sir William Cecil. Bimbingan tersebut terbukti berhasil dengan pencabutan undang-undang pro-Katolik yang dibuat Mary, mendirikan Gereja Inggris Protestan yang permanen, dan mendorong adanya reformasi Calvinisme di Skotlandia.
Berkaitan hubungan dengan luar negeri Elizabeth mempererat hubungan melalui kebijakan penguatan sekutu Protestan Inggris dan membagi sekutunya. Elizabeth sempat ditentang Paus yang menolak kebijakannya dan juga ditentang oleh Spanyol sebagai bangsa Katolik yang berada di puncak kekuasaannya.
5. Ratu Elizabeth I Wafat
Pada Maret 1603, kesehatan Ratu Elizabeth I semakin memburuk akibat kematian keponakan serta teman dekatnya. Di tengah keadaannya yang sakit, Ratu Elizabeth I menolak untuk istirahat dan menghabiskan waktunya duduk di atas kursi berjam-jam.
Ratu Elizabeth pun wafat pada 24 Maret 1603 dini hari di Istana Richmond. Tidak lama setelah Ratu Elizabeth I wafat, James VI diangkat menjadi pemimpin Inggris dengan gelar Raja James I.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.