Share

Polisi Bakal Usut Surat Kematian Palsu Tewasnya Santri Gontor

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 09 September 2022 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 519 2664300 polisi-bakal-usut-surat-kematian-palsu-tewasnya-santri-gontor-icIXxJWScA.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

SURABAYA - Polisi akan mengusut perihal adanya dugaan informasi palsu dalam surat keterangan kematian seorang santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Albar Mahdi (AM/17), akibat penganiayaan.

Namun, pihak keluarga sempat kecewa dengan pihak Ponpes Gontor, yang terkesasn menutup-nutupi penyebab kematian AM saat mengantarkan jenazah.

 BACA JUGA:Kebakaran Hebat Melanda Gudang Elektronik di Surabaya, Pegawai Panik hingga Gotong Motor

Pihak keluarga AM mengaku kecewa dengan pihak Ponpes Gontor, karena telah menutup-tutupi penyebab kematian anak mereka saat mengantar jenazah.

Pasalnya, saat mengantarkan jenazah ke Palembang, AM disebut meninggal karena sakit. Hal itu tercantum di dalam surat keterangan kematian bernomor 007/RSYD-SKM/VIII/2022 yang dikeluarkan RS Yasyfin Darussalam Gontor dan ditandatangani dokter Muckhlas Hamidy pada tanggal 22 Agustus.

 BACA JUGA:Napi Korupsi Bebas Bersyarat, Menkumham : Sudah Sesuai UU

"Untuk pengembangan (surat keterangan kematian) akan ditindaklanjuti nanti setelah proses ini," kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Jumat (9/9/2022).

Sementara itu, saat ini polisi beserta Kementrian Agama (Kemenag) menurunkan tim investigasi atas kasus penganiayaan AM. Tim dipimpin Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Ponorogo. Dari hasil investigasi, diketahui korban meninggal, di lokasi, bukan meninggal di Rumah Sakit Yasfin.

"Jadi korban sudah meninggal di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit, ujar Ketua Tim Investigasi Kemenag, Ayyub Ahdian, Jumat.

Sedangkan, untuk penyebab kematian belum diketahui secara pasti, dan hal tersebut menjadi ranah kepolisian untuk menjelaskan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Temuan tersebut pun mementahkan surat keterangan dari rumah sakit yang tidak menjelaskan penyebab kematian korban.

Sebelumnya, korban Albar Mahdi, santri kelas 5 atau setara kelas 11 SMA, di Ponpes Gontor 1, Desa Gontor Kecamatan Mlarak, Ponorogo, meninggal dunia dan telah dipulangkan ke Palembang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini