Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Detik-Detik Kampung Curug Bogor Alami Tanah Bergerak

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Kamis, 15 September 2022 |10:42 WIB
Detik-Detik Kampung Curug Bogor Alami Tanah Bergerak
Bencana tanah bergerak di Bogor (foto: dok ist)
A
A
A

BOGOR - Warga Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang mengalami pergeseran tanah masih waspada. Karena, tanah di lokasi masih mengalami pergeseran.

"Tanahnya bergerak terus sampai sekarang bergerak, warga dihimbau waspada," kata Ketua RT setempat Unus kepada wartawan, Kamis (16/9/2022).

 BACA JUGA:Belasan Rumah Rusak Terdampak Pergerakan Tanah di Bogor, Warga Mengungsi

Unus menceritakan pergeseran tanah yang terjadi di wilayahnya mulai terjadi sekira pukul 07.00 WIB pada Rabu 14 September 2022. Awalnya, retakan hanya kecil, tetapi terus membesar hingga sekarang.

"Dari kemaren kan ada retak kecil, sempet dibetulin, siang-siang eh tambah gede tambah gede retaknya. Dari jam 7 pagi udah bergeser, yang lebih kencengnya jam 10-an siang, paling parah," jelasnya.

 BACA JUGA:Bencana Banjir dan Longsor Mengintai, Ridwan Kamil: Jabar Siaga 1

Tidak ada tanda-tanda pergeseran tanah yang dirasakan warga. Hanya, ketika kejadian terdengar seperti suara retakan dari bangunan rumah warga.

"Gak kerasa, langsung gerak aja, paling yang ada bangunan-bangunan baru kerasa retak-retakan gitu. Ada suara-suara kaya petasan gitu, mungkin dari keramik, besi gitu pecah-pecah," ungkapnya.

 

Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini. Tetapi, beberapa warga memilih untuk mengungsi sementara ke tempat aman.

"Kalau korban alhamdulillah gak ada, kan kemaren langsung dievakuasi warganya dari pada bahaya lebih baik diungsiin dulu. Kalau yang terdampak di sini semuanya, cuma yang agak parah 10 KK," tutupnya.

Sebelumnya, pergeseran tanah terjadi di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor. Sementara, tercatat ada 18 rumah warga rusak dan puluhan warga yang mengungsi ke tempat aman.

Bencana ini diduga terjadi karena intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Alhasil, keretakan tahan dari titik awal hingga akhir sekitar 1 kilometer.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement