Share

Tingkatkan Risiko Kecelakaan Nuklir, IAEA Tuntut Pasukan Rusia 'Angkat Kaki' dari PLTN Zaporizhzhia

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 16 September 2022 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 18 2668817 tingkatkan-risiko-kecelakaan-nuklir-iaea-tuntut-pasukan-rusia-angkat-kaki-dari-pltn-zaporizhzhia-o4cnOpL2mL.jpg PLTN Zaporizhzhia di Ukraina (Foto: Reuters)

WINADewan Gubernur Badan Pengawas Nuklir Internasional (IAEA) pada Kamis (15/9/2022) meloloskan resolusi yang menuntut agar Rusia mengakhiri pendudukan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Hal ini diungkapkan para diplomat yang menghadiri pertemuan tertutup di Wina. Resolusi yang diadopsi oleh dewan IAEA itu menyerukan kepada Rusia untuk “segera menghentikan semua tindakan terhadap, dan di pembangkit listrik tenaga nuklir PLTN Zaporizhzhia, dan fasilitas-fasilitas nuklir lainnya di Ukraina.”

Seorang diplomat mengatakan dewan yang beranggotakan 35 negara itu meloloskan resolusi tersebut dengan 26 suara mendukung, 2 menentang dan 7 lainnya abstain. Dia menambahkan Rusia dan China adalah negara yang menentang resolusi tersebut.

 Baca juga: IAEA: Rusia dan Ukraina Tertarik Bangun Zona Perlindungan di PLTN Zaporizhzhia

Resolusi itu menyatakan pendudukan militer di PLTN itu meningkatkan secara signifikan risiko kecelakaan nuklir yang membahayakan penduduk Ukraina, negara-negara tetangga dan komunitas internasional.

Baca juga: Cegah Bencana Nuklir, PLTN Zaporizhzhia Akhirnya Dimatikan Total

Militer Rusia dan perusahaan nuklir Rusia “Rosatom” harus menangguhkan semua kegiatan di PLTN itu, dan menyerahkan kembali kendali atas fasilitas itu pada pihak berwenang di Ukraina.

Misi Rusia untuk IAEA mengatakan “kelemahan resolusi ini” adalah mereka tidak mengatakan apa-apa tentang penembakan sistematis pabrik itu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Alasannya sederhana, karena penembakan itu dilakukan oleh Ukraina, yang didukung dan dilindungi negara-negara Barat dengan segala cara yang memungkinkan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, dikutip VOA.

PLTN Zaporizhzhia adalah yang terbesar di Eropa. Dalam beberapa minggu terakhir ini PLTN tersebut telah berulangkali diserang sehingga menimbulkan keprihatinan serius di IAEA. Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas serangan itu.

Delegasi IAEA mengunjungi PLTN itu awal September lalu, dan melaporkan bahwa penembakan-penembakan telah membuat fasilitas itu rusak.

PLTN Zaporizhzhia benar-benar ditutup akhir pekan lalu, dan saluran listrik telah dipulihkan untuk memastikan pendinginan batang bahan nuklir dan limbah, yang merupakan hal penting untuk mencegah kerusakan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini