Share

Setelah Ratu Elizabeth Meninggal, Ini 4 Raja dan Ratu Paling Lama Memimpin di Dunia

Nadilla Syabriya, Okezone · Jum'at 16 September 2022 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 18 2669113 setelah-ratu-elizabeth-meninggal-ini-4-raja-dan-ratu-paling-lama-memimpin-di-dunia-mEIXQHf1Zg.jpg Raja Swedia Carl Gustaf XVI. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Setelah dinyatakan telah tutup usia, Ratu Elizabeth II mengakhiri kepemimpinannya yang sudah berjalan 70 tahun lamanya. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (8/9/2022) di Kastil Balmoral, Skotlandia.

Ratu Elizabeth II merupakan penguasa terlama di Inggris, dan yang monarki paling lama berkuasa. Yang Mulia Ratu naik takhta sejak 6 Februari 1952 dan menjadi saksi perubahan sosial yang sangat besar menggantikan sang ayah, Raja George VI.

Setelah meninggalnya Ratu Elizabeth, ada beberapa Raja dan Ratu lainnya yang juga memiliki masa pemerintahan yang panjang, bahkan masih berlangsung hingga saat ini, berikut empat di antaranya:

1. Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam

Raja berusia 76 tahun itu naik tahta Kerajaan Brunei pada 1967, yang membuat pemerintahannya menjadi total 54 tahun sejauh ini. Berasal dari keluarga yang telah memerintah negara itu selama lebih dari 600 tahun, Bolkiah juga merupakan salah satu orang terkaya di Bumi.

Pemerintahan Sultan telah ditandai oleh Brunei menerima kemerdekaan penuh dari Inggris Raya pada tahun 1984, dan standar hidup negara itu meningkat menjadi salah satu yang tertinggi secara global. Namun, pemerintahannya juga diwarnai dengan kontroversi, termasuk pengenalan hukum Islam yang keras yang mengatur hukuman seperti pemotongan anggota badan dan hukuman rajam.

BACA JUGA: Ratu Swedia Klaim Istana Kerajaan Dihantui Makhluk Halus

2. Ratu Denmark Margrethe II

Ratu Margrethe II dipuji karena menyatukan dan memodernisasi monarki dalam 50 tahun setelah ia bertakhta. Ratu perokok berat berusia 82 tahun ini berkuasa pada tahun 1972. Dia menjadi pewaris dugaan pada tahun 1953 setelah reformasi konstitusi di negara itu memungkinkan perempuan untuk naik takhta.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Naiknya ia ke takhta terjadi pada saat popularitas bangsawan dan monarki memudar di Denmark. Janda sejak 2018, salah satu upayanya untuk memodernisasi monarki adalah mengizinkan kedua putranya menikah dengan rakyat jelata. Ratu Margrethe II dikenal sebagai Daisy oleh rakyat dan keluarganya.

Dengan kematian Ratu Elizabeth II, Ratu Denmark sekarang menjadi satu-satunya pemimpin monarki wanita di dunia.

3. Carl XVI Gustaf dari Swedia

Sama seperti Ratu Elizabeth II, Carl Gustaf XVI naik takhta di usia yang cukup muda atau tepatnya pada usia 27 tahun. Raja telah menjadi pewaris ketika dia berusia kurang dari satu tahun setelah ayahnya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Carl Gustaf XVI naik takhta setelah kakeknya meninggal pada tahun 1973.

Pada tahun-tahun awal pemerintahannya, Raja diejek karena beberapa kesalahannya, termasuk salah mengeja namanya sendiri pada penandatanganan tahun 1973, tambah laporan AFP. Namun, belakangan diketahui bahwa sang raja menderita disleksia, seperti halnya dua anaknya.

Popularitas Carl Gustaf XVI melonjak melalui pertunjukan belas kasihnya, salah satunya pada 2004 menjadi salah satu sorotan tak lama setelah 500 orang Swedia kehilangan nyawa mereka dalam tsunami mematikan yang melanda resor wisata di Asia Tenggara.

4. Mswati II eSwatini

Tiny eSwatini, sebelumnya dikenal sebagai Swaziland, terletak di Afrika bagian selatan. Raja Mswati III adalah raja absolut terakhir di benua itu, setelah naik takhta pada tahun 1986 dalam usia 18 tahun. Sekarang pada usia 54, Mswati memiliki 15 istri dan lebih dari 25 anak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini