Sementara Ning Imaz, secara pribadi menerima permohonan maaf Eko Kuntadhi atas kesalahannya. Namun, ia berharap agar persoalan itu bisa menjadi pelajaran berharga bahwa perbedaan pandangan tidak membuat seseorang harus menghina dan mencaci maki.
"Secara personal saya memaafkan, ke depannya untuk introspeksi bagi kita semua agar lebih berhati-hati lagi dalam bersikap dan bertindak. Mungkin penghargaan terhadap agama berbeda-beda tetapi bagaimana juga apapun yang orang yakini patut dihargai. Jadi, kita tidak bisa mengolok-olok," ujar Ning Imaz.
Sementara itu, perwakilan perwakilan pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Oing Abdul Muid mengatakan, terdapat enam kesepakatan dalam pertemuan antara Eko dengan Ning Imaz.
Yakni,
1. Eko Kuntadhi meminta maaf dan menyampaikan penyesalan atas unggahan di Twitter dan Instagram yang berisi cacian dan ujaran kebencian terhadap salah satu dzuriyah Ponpes Lirboyo, yaitu Ning Imaz Fatimatuszahra.
2. Eko Kuntadhi mengakui kesalahan dan kekhilafan pada unggahan tersebut serta siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
3. Di antara bentuk tanggung jawab Eko Kuntahdi menyampaikan permohonan maaf terhadap Ning Imaz dan keluarga serta siap menyampaikan maaf secara terbuka melalui media.
4. Ning Imaz atas petunjuk masyayikh Ponpes Lirboyo telah menerima permohonan maaf dari Eko Kuntadhi.