Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya
Kejayaan Sriwijaya pada saat dipegang oleh Raja kesepuluh Kerajaan Sriwijaya, Balaputradewa. Namun, menurut Prasasti Nalanda yang ditemukan di India saat itu Sriwijaya juga kehilangan kekuasaan di Jawa.
Munoz (2006) menerangkan, Kerajaan Medang dari Jawa menyerang Sriwijaya pada 990-an. Serangan ini terjadi pada 988 hingga 992, tepat ketika Sri Cudamani Warmadewa memimpin. Akan tetapi, Sriwijaya berhasil memukul mundur musuhnya saat itu.
Pada 1017 dan 1025 atau memasuki abad ke-11, Sriwijaya mendapatkan serangan lagi oleh pihak kerajaan Chola dari India Selatan. Raja Rajendra Chola I mengirim pasukan dan berhasil menduduki beberapa daerah kekuasaan Sriwijaya.
Menurut Sastri K. A. N dalam The Cholas (1935), beberapa kerajaan bawahan Sriwijaya yang telah ditaklukan boleh memerintah, namun tetap harus tunduk pada pihak Chola. Akibatnya, kekuatan Sriwijaya berkurang. Selain diserang oleh Kerajaan lain, sebenarnya kondisi alam juga mempengaruhi runtuhnya Kerajaan Sriwijaya.
Kondisi alam yang disebabkan dangkalnya Sungai Musi serta daratan di sekitarnya juga kurang subur. Hal ini membuat Kerajaan Sriwijaya perlahan mulai kehilangan pamornya sebagai kerajaan maritim.
Setelah Sungai Musi dangkal, akses perdagangan pun menjadi terhambat dan tidak bisa menghasilkan produk untuk konsumsi. Jalur yang sebelumnya menjadi ladang emas kini sudah tidak bisa beroperasi kembali.
Pada abad ke-13, Kerajaan Samudera Pasai hadir di bagian Sumatera bagian utara dan menjadi pusat perdagangan. Hal ini membuat kekuatan Sriwijaya dalam bertahan hidup kian menurun.
Menurut catatan Cina, Sriwijaya menyisakan kekuasaan di sekitar Palembang yang saat itu bernama Kerajaan Palembang. Kabar terakhir dari kerajaan ini ke pihak luar ketika mengirim utusan ke Cina pada 1374 dan 1375. Faktanya, kerajaan di Palembang ini akhirnya hancur pada 1377 karena diserang oleh Kerajaan Majapahit.
Daftar Raja-Raja Sriwijaya
Para ahli telah menyepakati masa kekuasaan para Raja Sriwijaya setelah Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
1. Dapunta Hyang Sri Jayanasa (683 M)
2. Sri Indrawarman (702 M)
3. Rudra Wikrama (728-742 M)
4. Sangramadhananjaya (775 M)
5. Dharanindra/Rakai Panangkaran (778 M)
6. Samaragrawira/Rakai Warak (782 M)
7. Dharmasetu (790 M)
8. Samaratungga/Rakai Garung (792 M)
9. Balaputradewa (856 M)
10. Sri Udayadityawarman (960 M)
11. Sri Wuja atau Sri Udayadityan (961 M)
12. Hsiae-she (980 M)
13. Sri Cudamaniwarmadewa (988 M)
14. Malayagiri/Suwarnadwipa (990 M)
15. Sri Marawijayottunggawarman (1008 M)
16. Sumatrabhumi (1017 M)
17. Sri Sanggramawijayottunggawarman (1025)
18. Sri Dewa (1028 M) Dharmawira (1064 M)
19. Sri Maharaja (1156 M)
20. Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (1178 M)
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.