Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tekan Inflasi, Pemprov Kalteng Gelar Pasar Murah dan Pasar Penyeimbang

Karina Asta Widara , Jurnalis-Senin, 19 September 2022 |12:04 WIB
Tekan Inflasi, Pemprov Kalteng Gelar Pasar Murah dan Pasar Penyeimbang
Foto: Dok Pemprov Kalteng
A
A
A

Palangka Raya - Dalam rangka menjaga stabilitas harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) di pasaran dan menekan laju inflasi daerah, Pemprov. Kalteng bersama Pemkab/Pemkot menggelar kegiatan Pasar Murah dan Pasar Penyeimbang yang dilaksanakan serentak di Kabupaten/Kota se-Kalteng. Gubernur Sugianto Sabran membuka langsung kegiatan tersebut di Pasar Penyeimbang Jl. AIS Nasution Kota Palangka Raya Palangka Raya, Minggu (18/9/2022).

Gubernur Kalteng  Sugianto Sabran saat membuka kegiatan pasar murah dan pasar penyeimbang mengatakan kegiatan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yaitu Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat sinergi di pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan, sehingga mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional.

"Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kalimantan Tengah pada bulan Bulan Juli tercatat sebesar 6,79% (yoy), angka ini jauh berada di atas angka inflasi nasional sebesar 4,94% (yoy)," kata Sugianto.

Selain melaksanakan pasar murah dan pasar penyeimbang, Pemprov. Kalteng juga melakukan aksi Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai (GERTAM BABE) BERKAH untuk jangka menengah dan jangka panjang, yang akan dimulai pada lokasi Jalan Tjilik Riwut km. 38 dengan luas lahan ± 30 hektare.

"Sedangkan untuk jangka pendek, memberikan subsidi dengan nilai total 1 miliyar rupiah kepada kelompok tani penghasil komoditi pemicu inflasi antara lain, beras lokal (karau/pera, pulen), cabai, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras,"  tutur Sugianto.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement