Share

Serangan Udara Tentara Myanmar Hantam Sekolah, Tewaskan Setidaknya 11 Anak-Anak

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 20 September 2022 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 18 2671371 serangan-udara-tentara-myanmar-hantam-sekolah-tewaskan-setidaknya-11-anak-anak-8WwjLulJ9L.jpg Kerusakan pada bangunan sekolah yang dihantam serangan udara tentara Myanmar di Sagaing, Myanmar, 16 September 2022. (Foto: Reuters)

YANGON – Setidaknya 11 anak sekolah tewas dalam serangan udara dan penembakan di sebuah desa Myanmar, kata badan anak-anak PBB, UNICEF. Junta Myanmar menyebut serangan tersebut menargetkan pemberontak yang bersembunyi di daerah itu.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada Februari tahun lalu, dengan hampir 2.300 warga sipil tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat menurut kelompok pemantau lokal.

Wilayah Sagaing di barat laut negara itu telah menyaksikan beberapa pertempuran paling sengit, dan di tengah bentrokan antara pejuang anti-kudeta dan militer, seluruh desa telah dibakar.

Badan anak-anak PBB UNICEF mengutuk insiden pada Jumat, (16/9/2022) di kotapraja Depeyin di Sagaing.

“Pada 16 September, setidaknya 11 anak tewas dalam serangan udara dan tembakan membabi buta di wilayah sipil,” kata UNICEF dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin, (19/9/2022).

Dikatakan sekolah harus aman dan tidak pernah ditargetkan.

“Setidaknya 15 anak dari sekolah yang sama masih hilang,” kata UNICEF sebagaimana dilansir AFP, menyerukan mereka yang masih selamat untuk segera dibebaskan.

Rekaman video yang diperoleh dari kelompok masyarakat setempat menunjukkan ruang kelas dengan darah di lantai, kerusakan pada atap dan seorang ibu menangisi mayat putranya.

Junta membenarkan bahwa mereka telah mengirim pasukan dengan helikopter ke desa itu setelah menerima petunjuk bahwa para pejuang dari Tentara Kemerdekaan Kachin - sebuah kelompok pemberontak etnis - dan dari milisi anti-kudeta setempat sedang memindahkan senjata di daerah itu.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Militer menuduh pejuang pemberontak menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, dan mengatakan telah menyita ranjau dan bahan peledak dari desa.

Direktur Regional Save the Children Asia Hassan Noor menyatakan belasungkawa kepada keluarga dan mengatakan sekolah harus terlarang dan keselamatan siswa dilindungi.

"Berapa banyak lagi insiden seperti ini yang perlu dilakukan sebelum tindakan diambil?" Kata Noor, mendesak Dewan Keamanan PBB dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengambil tindakan cepat.

ASEAN sejauh ini telah memimpin upaya diplomatik yang sia-sia untuk menyelesaikan krisis di Myanmar dan para pemimpinnya akan bertemu di Phnom Penh pada November untuk membahas kemajuan terbatas pada rencana perdamaian.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini