Share

Kosmonot Rusia Pemecah Rekor Perjalanan Terlama di Luar Angkasa Meninggal pada Usia 80 Tahun

Susi Susanti, Okezone · Selasa 20 September 2022 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 18 2671528 kosmonot-rusia-pemecah-rekor-perjalanan-terlama-di-luar-angkasa-meninggal-pada-usia-80-tahun-EX7TmLDqIT.jpg Kosmonot Rusia pemecah rekor perjalanan terlama di luar angkasa meninggal pada usia 80 tahun (Foto: Reuters)

RUSIA – Seorang kosmonot Rusia yang memegang rekor perjalanan terlama ke luar angkasa telah meninggal pada usia 80 tahun.

Valery Polyakov menghabiskan 437 hari penuh mengorbit Bumi antara 1994 dan 1995 di stasiun ruang angkasa Mir.

Dia diketahui mengerjakan eksperimen untuk melihat apakah orang dapat menjaga kesehatan mental mereka jika melakukan perjalanan panjang ke Mars.

Baca juga:  Pesta Tahun Baru Semarak di Luar Angkasa, 10 Kosmonot dan Astronot Berkumpul di 2 Stasiun

Dikutip BBC, eksperimen itu menemukan bahwa tidak ada gangguan fungsi kognitifnya sebagai hasil dari ekspedisi 14 bulannya.

 Baca juga: Rusia Siap Kirim Kosmonot ke Stasiun Luar Angkasa China

Kematian Polyakov diumumkan oleh badan antariksa Rusia, yang menggunakan gelar kehormatannya, termasuk pahlawan Uni Soviet dan pilot-kosmonot Uni Soviet.

Penyebab kematian Polyakov tidak diungkapkan. Badan luar angkasa Rusia Roscosmos, menambahkan dalam sebuah posting Telegram bahwa penelitian Polyakov telah membantu membuktikan bahwa tubuh manusia dapat menangani penerbangan jauh di luar orbit Bumi, ke luar angkasa.

Polyakov lahir pada 1942 di Tula, sebuah kota di selatan ibukota Moskow. Dia memenuhi syarat pertama sebagai dokter dan kemudian sebagai kosmonot.

Dia diluncurkan pada misi pertamanya pada Agustus 1988, menghabiskan delapan bulan di orbit.

Itu adalah penerbangannya enam tahun kemudian yang membuat Polyakov mendapatkan rekornya untuk perjalanan terlama ke luar angkasa, yang masih bertahan hingga hari ini.

Polyakov tinggal dan bekerja di stasiun luar angkasa Mir dari 8 Januari 1994 hingga 22 Maret 1995, dilaporkan mengorbit Bumi lebih dari 7.000 kali.

Dia kemudian mengatakan bahwa durasi perjalanan itu setara dengan perjalanan ke Mars dan kembali.

Saat hendak kembali ke Bumi, dia menolak tawaran untuk dibawa melalui kapsulnya, yang merupakan praktik standar saat astronot menyesuaikan diri dengan gravitasi di Bumi. Sebaliknya, dia memilih memanjat keluar dengan bantuan orang lain.

Seperti diketahui, stasiun ruang angkasa Mir dikirim ke orbit pada 1986, pertama di bawah kendali Uni Soviet dan kemudian Rusia.

Dikerahkan selama Perang Dingin, satelit seberat 135 ton (135.000kg) digunakan dengan kerja sama Uni Soviet dan AS, meskipun ada ketegangan politik yang berlangsung lama.

Ini terbukti berperan dalam mengembangkan pemahaman tentang bagaimana manusia mungkin dapat hidup dan bekerja di luar angkasa. Dia pun pensiun pada 2001.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini