Presiden menginginkan agar neraca ketersediaan dan harga berbagai komoditas terjaga, seperti kedelai, cabai dan bawang merah agar bisa tetap terjaga sampai akhir tahun 2022.
Selain itu, Presiden menyampaikan agar dapat mendorong peningkatan produksi kedelai nasional, sehingga kebutuhan kedelai dalam negeri sebesar 2,4 juta ton tidak 100 persen bergantung kepada impor.
Menko Airlangga menerangkan, ”Presiden juga menginginkan agar petani bisa memproduksi kedelai, dan meminta BUMN untuk membeli dari petani dengan harga Rp 10.000 (per kilogram), sehingga harga yang sudah dijamin ini menjadi cukup menarik bagi petani agar mau menanam kedelai.”
Selain itu, Presiden mendorong penggunaan bibit unggul yang telah direkayasa secara genetik atau atau Genetically Modified Organism (GMO), agar produktivitas bisa meningkat.
Baca juga: Airlangga Takziyah ke Rumah Duka Almarhum Azyumardi Azra
Harapannya, dengan GMO produksi kedelai bisa meningkat hampir 2 kali lipat, yaitu dari sekarang sekitar 1,6 - 2 ton per hektare menjadi 3,5 - 4 ton per hektare. Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk perluasan lahan tanam, sehingga bisa meningkatkan produksi di dalam negeri dan mengurangi impor pangan.
Seperti diketahui bersama, Presiden Jokowi telah menunjuk Menhan Prabowo terkait proyek food estate atau lumbung pangan nasional, dan Kementerian Pertahanan mendorong program food estate sebagai bagian dari ketahanan nasional di Kalimantan Tengah dan Bangka Belitung.
Baca juga: Ketua Dewan Pers RI Azyumardi Azra Wafat, Prabowo: Beliau Utamakan Moderasi dan Toleransi
Dalam program tersebut, lahan food estate ditanami singkong yang tentunya dapat diolah menjadi tepung, mie hingga sumber energi.