Share

Kabar David Dworken, Peretas Situs Departemen Pertahanan AS pada 2016

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Rabu 21 September 2022 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 18 2672094 kabar-david-dworken-peretas-situs-departemen-pertahanan-as-pada-2016-EGPAgH2W4W.JPG Ilustrasi/ Foto: Freepik

JAKARTA - Sebulan terakhir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kelabakan menghadapi pertanyaan masyarakat tentang keamanan data pribadi. Salah satu biang keroknya adalah akun anonim di internet bernama Bjorka.

Nama ini menjadi momok buat pemerintah karena menguak betapa lemahnya keamanan digital di Indonesia. Sepak terjang Bjorka dalam melakukan hacking mulai dari data pelanggan Indihome, SIM Card, 105 juta pemilih Indonesia, dan juga data diri para pejabat di Indonesia dan dokumen rahasia.

 BACA JUGA:Belum P-21, Bareskrim Kembali Limpahkan Berkas Kasus ACT ke Jaksa

Namun, Bjorka bukan satu-satunya nama hacker yang pernah menggemparkan publik. Beberapa nama hacker dunia pernah menjadi sorotan, salah satunya David Dworken.

David Dworken adalah salah satu sosok hacker yang pernah menjadi sorotan pada 2016 silam. David yang saat itu masih duduk di bangku SMA, menghabiskan 10–15 jam di antara waktunya di kelas untuk meretas situs Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

 BACA JUGA:Heboh Soal Bjorka, Ini 10 Tanggapan Para Pejabat

Namun, saat itu David Dworken tidak mendapat hukuman atas ulahnya itu. Dworken yang saat itu baru saja lulus menjadi salah satu remaja yang mendapat ucapan terima kasih dari Secretary of Defense Ash Carter di Pentagon karena berhasil menemukan sebuah bug.

Aksi David Dworken juga bukan tanpa alasan. Pasalnya pada awal April 2016 silam, Departemen Pertahanan Amerika Serikat sempat membuka lomba berjudul ‘Hack the Pentagon’, dan pertama kali diadakan dalam sejarah pemerintah federal.

Melalui ajang tersebut, para peserta ditantang agar bisa membobol sistem keamanan Pentagon untuk keperluan identifikasi dan mengetahui celah keamanan dari sejumlah website Departemen Pertahanan.

Sebanyak lebih dari 1.400 peserta telah berhasil menemukan 138 celah keamanan pada lomba yang diadakan pada 18 April 2016 dan berakhir pada 12 Mei 2016 tersebut.

Salah satu dari peretas itu adalah David Dworken. Meskipun saat itu Dworken tidak dipekerjakan oleh pemerintah seperti yang banyak diberitakan sebelumnya, namun karier hingga saat ini cukup berkembang berkat keikutsertaannya dalam acara tersebut.

Menjadi insinyur keamanan informasi di Google

Melansir halam profil LinkedIn milik Dworken, saat ini dia diketahui berprofesi sebagai seorang insinyur keamanan informasi di Google sejak tahun 2020. Tak main-main, profesinya tersebut ternyata berfokus pada pengembangan dan penerapan fitur keamanan web modern dalam skala besar.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Dalam keterangan profilnya, Dworken menyebut bahwa dia pernah berpartisipasi dalam lebih dari tiga lusin program hadiah bug berbeda yang bekerja untuk perusahaan termasuk Uber, United Airlines, dan Western Union. Selain itu, dia juga merupakan seorang spesialisasi dalam keamanan web dan telah menemukan segalanya mulai dari XSS hingga RCE.

Sebelumnya, Dworken telah menghabiskan sebagian besar masa kerjanya sebagai pakar keamanan siber. Dia lulus dari Universitas Northeastern sebagai jurusan CS setelah magang sebagai insinyur keamanan Salesforce, Snapchat, Datadog, dan Keybase.

Sepanjang karirnya, Dworken juga diketahui telah mengungkapkan bug ke lebih dari 50 perusahaan berbeda termasuk Google, Microsoft, Uber, dan United. Saat awal bergabung di Google pada 2020 lalu, dia adalah peneliti keamanan peringkat teratas Microsoft yang melaporkan lebih dari 20 kerentanan kritis yang berbeda.

Selain itu, Dworken juga telah memberikan kontribusi kode ke berbagai proyek sumber terbuka di Github dan juga telah membuat sejumlah proyeknya sendiri, salah satunya Cascara Security and history.

Dworken mungkin adalah contoh sempurna seseorang yang berkarir dalam dunia peretasan ‘legal’. Jika Anda melakukan langkah yang tepat dan melamar ke perusahaan yang tepat, Anda dapat memperoleh banyak uang sebagai peretas ‘legal’.

Menurut U2B, gaji rata-rata untuk seorang hacker etis di Amerika Serikat adalah sekitar $101.387. Tapi jangan berharap untuk mendapatkannya pada percobaan pertama Anda. Perkiraan yang lebih realistis untuk gaji tahunan adalah antara $90,442 dan sebanyak $115,661, jika Anda memiliki keterampilan dan pengalaman untuk mendukung kenaikan gaji tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini