Share

Ditangkap Usai Pamer Sajam, 17 Remaja di Batubara Ini Mewek saat Dijemput Polisi

Fadly Pelka, iNews · Kamis 22 September 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 608 2672659 ditangkap-usai-pamer-sajam-17-remaja-di-batubara-ini-mewek-saat-dijemput-polisi-G2w0Rir2jv.jpg 17 Remaja di Batubara menangis usai dijemput polisi (Foto: MPI)

JAKARTA - Sebanyak 17 remaja di Limapuluh, Batubara, viral di media sosial (medsos) usai bergaya bak geng motor dengan pamer senjata tajam.

Gaya brutal yang ditampilkan di medsos itu seketika berubah usai polisi menangkap kelompok yang menamakan diri Group Generasi Era Remaja Community atau Ge Er Cy dengan moto senggol bacok dan masuk sehat keluar cacat.

Saat polisi membawakan orangtua mereka para remaja yang mayoritasnya merupakan warga kelurahan limapuluh itu pun mewek dan menangis. Mereka berubah menjadi anak yang cengeng.

Belasan ABG itu pun langsung meminta maaf dan bersujud di kaki orangtuanya dengan meneteskan air mata sebagai bentuk penyesalan diri.

Baca juga: Bak Sinetron Azab, Jenazah Ini Tak Ada yang Mengantar Kecuali Perangkat Desa

Bahkan seorang ibu tak kuasa menahan tangis sambil menasehati anaknya yang tega membohongi ibunya yang berjualan demi untuk menyekolahkannya.

Baca juga: Viral! Gaji Rp6 Juta Isi Bensin V Power 60 Liter, Netizen Singgung Harga Mobil Rp600 Juta

Sebelumnya Polsek Limapuluh berhasil menangkap para remaja tersebut lantaran telah meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Kapolsek Limapuluh AKP Rusdi mengatakan bahwa pihaknya juga menjemput satu per satu para remaja di kediamannya sekaligus menita senjata tajam yang digunakan remaja saat beraksi di Simpang RSUD Batubara, tepatnya di Perkebunan Limau Manis.

"Petugas juga menyita berbagai macam jenis senjata tajam seperti samurai, celurit, dan gir motor yang diikat dengan tali," ujarnya, Kamis (22/9/2022).

Kapolsek pun memberikan arahan kepada seluruh remaja yang sudah tidak berkutik ini. Mereka pun langsung digunduli oleh orangtuanya.

Ke-17 remaja itu juga menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya, apabila kedapatan melakukan hal yang sama maka akan dilakukan sanksi hukum kurungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini