JAKARTA - Fatmawati merupakan sosok yang mandiri serta memiliki rasa percaya diri yang matang hingga banyak yang mengaguminya.
Salah seorang dari keluarga Ibunya kagum dan mengatakan bahwa Fatmawati adalah anak yang pemberani. Di mana dia, ke mana-mana selalu seorang diri tanpa ada yang menemaninya.
Beranjak remaja, pada saat berusia 15 tahun, dia tak sengaja bertemu dengan Soekarno. Peristiwa itu terjadi berawal dari Ayahnya yang mengajaknya untuk bersilaturahmi ke rumah Soekarno di Curup.
Diketahui, rumah Soekarno di Curup adalah rumah sementaranya dengan istri keduanya yaitu Inggit barnasih. Rumah tersebut juga merupakan tempat yang ditinggalinya ketika diasingkan di Bengkulu.
Fatmawati mengenangnya bahwa dia masih mengingat dirinya mengenakan baju kurung warna merah hati yang dipadukan dengan tutup kepala voile kuning dibordir, seperti dikisahkan dalam buku Soekarno Fatmawati.
Pada pertemuan pertama itu, menceritakan kesan pertamanya ketika bertemu dengan Soekarno dan Inggit Garnasih, istrinya saat itu. Inggit menilai Soekarno sebagai sosok yang tidak sombong memiliki sinar mata berseri-seri, berbadan tegap, serta tawanya lebar.
Sedangkan kesan pertamanya dengan Inggit Ganarsih, istri Soekarno. Fatmawati mengingatnya bahwa Inggit memiliki pembawaan halus, pandai tersenyum dan gemar makan sirih. Berpakaian rapi, tak banyak reka-reka menurut model sebelum generasiku, memakai gelur bono Priangan.
“Menurut penglihatanku, Ibu Inggit seorang yang tidak spontan, gerak-geriknya hati-hati. Bercakap pun demikian. matanya yang dilihat seolah-akan suka marah dan kesal .Jika orang tak kuat batin, rasanya susah dekat dengan beliau,” kata Fatmawati.
(Widi Agustian)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.