Itulah strategi Dipl.-Ing. Makosch jika dipandang dari sudut teknologi. Bagi Habibie, tawaran Dipl.-Ing. Makosch sangat menarik. Namun, karena kendala utama Habibie adalah waktu.
“Saya harus selesaikan pekerjaan di Institut Konstruksi Ringan yang membutuhkan banyak waktu dan konsentrasi. Riset yang saya utamakan berkaitan dengan program S3 adalah mengembangkan suatu teori untuk dapat menghitung tegangan akibat pemanasan kinetik yang terjadi jika suatu benda bergerak di udara lebih dari tiga kali kecepatan suara,” ujar Habibie.
Pekerjaan rutin, memberi latihan dan kuliah khusus yang ditugaskan oleh Professor Ebner membutuhkan waktu untuk persiapan seperlunya. Dengan demikian, Dipl.-Ing. Makosch memahami dan mengusulkan Habibie untuk menjadi penasehat tim Insinyur perusahaan kereta api di Belanda.
"Saya akan menerima gaji tanpa bonus dan digarapkan dapat mulai bekerja. Tender dimenangkan oleh Talbot da prototipe-nya diuji di Minden. Menginggat keadaan Ainun tidak mengizinkan saya tinggalkan seorang diri, maka saya tidak diharuskan ke Minden," kata Habibie.
(Widi Agustian)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.